Home News BUMN dan Bos UEA Sepakat MoU Eagle Hills USD 3 Miliar Bidang Infrastruktur dan Pariwisata
News

BUMN dan Bos UEA Sepakat MoU Eagle Hills USD 3 Miliar Bidang Infrastruktur dan Pariwisata

Share
Mohamed Alabbar bersama Erick Thohir saat meninjau sejumlah lokasi di NTB dan Bali, Sabtu 25 Mei 2024. Foto: Instagram
Mohamed Alabbar bersama Erick Thohir saat meninjau sejumlah lokasi di NTB dan Bali, Sabtu 25 Mei 2024. Foto: Instagram
Share

IKNPOS.ID-Pemerintah Indonesia melalui Kementerian BUMN telah memasuki kemitraan bersejarah dengan Eagle Hills, Uni Emirat Arab (UEA) untuk meningkatkan ekosistem pariwisata dan infrastruktur Indonesia. 

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir dan pengusaha UEA yang juga Chairman Eagle Hills serta Pendiri Emaar, Mohamed Ali Alabbar.

“Alhamdulillah BUMN dan Eagle Hills telah sepakat bekerja sama dengan nilai investasi hingga 3 miliar dolar AS dalam ekosistem pariwisata dan infrastruktur Indonesia” ujar Erick dikutip Rabu 17 Juli 2024.

Erick memaparkan hal penting dari kerja sama ini meliputi investasi komprehensif dalam pengembangan properti hotel, kawasan bandara, dan ekosistem destinasi pariwisata. 

Erick menyebut Eagle Hills juga berkomitmen melakukan transfer pengetahuan melalui studi bersama, lokakarya, dan program pelatihan.

Tak hanya itu, lanjut Erick, Eagle Hills juga siap membantu pengembangan infrastruktur bandara, renovasi dan pengembangan hotel-hotel milik negara untuk menuju standar internasional sebagai bagian dari pengembangan destinasi pariwisata baru. 

Erick mengaku optimistis kerja sama kian meningkatkan akselerasi sektor pariwisata Indonesia.

“Perjanjian bersejarah ini mewakili titik balik bagi sektor pariwisata Indonesia. Dengan kerjasama dengan Eagle Hills, kita sedang menjaga momentum pertumbuhan dan pengembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam industri pariwisata kita,” ucap Erick.

Erick menyebut kemitraan ini sejalan dengan strategi nasional untuk melakukan diversifikasi ekonomi dan menjadikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata global terkemuka. 

Erick meyakini kerja sama ini tidak hanya akan meningkatkan kontribusi ekonomi dari pariwisata, tetapi juga menciptakan peluang kerja signifikan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan di Indonesia.

“MoU ini berlaku selama satu tahun, dengan kemungkinan perpanjangan melalui kesepakatan bersama. Tidak ada jangka waktu yang ditetapkan untuk investasi sebesar 3 miliar dolar AS dan memberikan fleksibilitas dalam pelaksanaannya,” sambung Erick.

Share
Related Articles
News

Mudik Lebaran 2026 Lebih Humanis, Korps Lalu Lintas Polri Pastikan Tanpa Tilang Manual

IKNPOS.ID - Kabar penting bagi masyarakat yang bersiap mudik Lebaran 2026. Korps...

News

Fenomena Gerhana Bulan Total Blood Moon Sore Ini, Temani Waktu Berbuka Puasa Umat Muslim di Indonesia

IKNPOS.ID - Fenomena langit spektakuler akan menghiasi langit Indonesia pada 3 Maret...

News

Kemenhub Tutup Sementara Penyeberangan ke Bali Saat Hari Raya Nyepi 2026

Kemenhub mengumumkan penutupan sementara layanan penyeberangan dari dan menuju Bali selama perayaan...

Jemaah Haji Indonesia
News

Situasi Timur Tengah Bikin Sebagian Jemaah Umrah Banten Tunda Keberangkatan

IKNPOS.ID - Sejumlah jemaah umrah di Provinsi Banten batal berangkat ke Tanah...