Catatan Dahlan Iskan

CREW Beras

Share
Share

Demikian juga Joko Mogoginta. Perusahaannya, PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) juga terjun ke sawah.

Saya tidak terlalu tahu partner CREW 8 yang akan menangani pupuk: Biotek. Di zaman ini terlalu banyak produk pupuk hayati di pasaran. Ibaratnya semua orang bisa bikin pupuk hayati.

Semua merek mengaku yang terbaik. Saya sudah mencoba banyak jenis pupuk hayati namun hasilnya, rasanya, kurang lebih sama.

“Semua merek itu pada dasarnya punya komposisi yang sama. Sudah standar,” ujar sahabat Disway yang juga memproduksi pupuk hayati.

Komposisi pupuk hayati adalah bakteri penambat nitrogen, bakteri pelarut phosphate dan bakteri pengurai. “Paling ditambah hormon-hormon tumbuh dan enzim tertentu,” katanya.

Saya saya tahu Biotek punya pabrik di Solo. Juga di Bogor. Tapi saya belum pernah berkunjung ke sana.

Partner CREW 8 satunya saya juga kenal baik dengan ”pemiliknya”: Dr Ir Sugeng Edi Waluyo lah yang mendirikan Sekretariat Nasional Badan Usaha Milik Petani (Seknas BUMP).

Dr Edi memang gigih memperjuangkan nasib petani. Ia ingin agar petani mau membuat badan usaha. Lalu mengelola pertaniannya secara bisnis.

Saya hubungi Dr Edi hari Minggu kemarin. Sore hari. Ia masih dalam perjalanan dari Samarinda ke Balikpapan. Ia baru saja tiba dari pedalaman Kaltim. Dari Barong Tongkok. Ia mendirikan dua BUMP di sana.

Barong Tongkok, Kutai Barat, sepotong wilayah di Kaltim yang cocok untuk pertanian. Pertanian sayur mayurnya kini bisa memenuhi kebutuhan Samarinda dan Balikpapan –yang dulu didatangkan dari Jawa atau Sulawesi.

“Tidak mampir IKN,” tanya saya.

Satu jam kemudian ia kirim foto lagi mejeng di IKN. Tampak Istana Garuda berada jauh di belakangnya.

Dr Edi sudah mendirikan lebih 200 BUMP di seluruh Indonesia. Satu BUMP terdiri dari 300 sampai 1000 petani. Yang mewakili mereka di BUMP adalah pengurus kelompok tani (Koptan). Satu Koptan biasanya beranggotakan 30-an petani.

Saya akan memonitor kerja sama tiga lembaga itu. Seberapa efektif kerja mereka dalam mendukung swasembada pangan tahun 2027.

Share
Related Articles
Halo Wani
Catatan Dahlan Iskan

Halo Wani

Oleh: Dahlan Iskan Tidak mudah menjadikan Halo BCA juara dunia Contact Center...

Juara Dunia
Catatan Dahlan Iskan

Juara Dunia

Oleh: Dahlan Iskan Sepatu harus dicopot. Ganti sandal: sandal halo. HP tidak...

Catatan Dahlan Iskan

Hidup QRIS!

Catatan Dahlan Iskan

Harga Diri
Catatan Dahlan Iskan

Harga Diri

Oleh: Dahlan Iskan Saya minta penanya yang angkat tangan itu naik ke...