IKNPOS.ID – Pemerintah Kota Banjarmasin, Banjarmasin, mengalokasikan anggaran sebesar Rp140 miliar pada 2026 untuk program pembebasan lahan. Dana tersebut disiapkan guna mendukung proyek perbaikan sungai sekaligus pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah titik kota.
Langkah ini menjadi bagian dari kelanjutan proyek strategis yang tengah dijalankan pemerintah daerah, khususnya penataan kawasan sungai di Jalan Veteran, wilayah Banjarmasin Tengah, serta di Jalan Zafri Zam Zam yang berada di kawasan Banjarmasin Barat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, menjelaskan bahwa proyek perbaikan sungai masih menjadi prioritas pemerintah kota dalam mendukung pengendalian banjir dan peningkatan infrastruktur perkotaan.
Salah satu proyek yang terus dilanjutkan adalah National Urban Flood Resilience Project atau National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) di kawasan sungai Jalan Veteran. Program ini mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui pendanaan dari World Bank.
Proyek tersebut ditargetkan dapat selesai pada 2027. Namun, pemerintah kota berharap proses pembebasan lahan yang menjadi bagian penting proyek dapat dituntaskan lebih awal pada 2026.
“Pembebasan lahan ini kunci. Jika selesai sesuai jadwal, tahapan fisik bisa langsung bergerak,” ujarnya.
Pemkot menargetkan pembayaran ganti rugi dan penyelesaian administrasi lahan dapat dirampungkan pada April hingga Mei 2026. Langkah itu dilakukan agar pelaksanaan konstruksi tidak mengalami hambatan maupun keterlambatan.
Tahapan pembebasan lahan akan dilakukan secara bertahap. Untuk kawasan Jalan Veteran, proses dimulai dari Sungai Gardu menuju Simpang Gatsu dengan total dampak terhadap 43 persil lahan dan bangunan milik warga.
Setelah itu, pembebasan lahan akan berlanjut ke kawasan Pasar Batuah hingga Pasar Kuripan. Di area tersebut, sebanyak 130 persil lahan dan bangunan diperkirakan terdampak proyek.
Selain itu, pemerintah kota juga menargetkan penyelesaian lahan di kawasan Simpang Gatsu hingga area T-Square Banjarmasin sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur yang terintegrasi.