Home News Bulog Kalsel Gelar Operasi Pasar Murah di CFD Banjarmasin
NewsPemerintahan

Bulog Kalsel Gelar Operasi Pasar Murah di CFD Banjarmasin

Bulog pantau harga

Share
Share

IKNPOS.ID – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Selatan menggelar operasi pasar murah di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di halaman Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin, guna menjaga stabilitas harga pangan pokok di tingkat masyarakat.

“Kegiatan hari ini dalam rangka CFD, kami turun langsung menjual sembako murah karena saat ini beberapa komoditas sedang mengalami kenaikan harga,” kata Asisten Manajer Pemasaran dan Hubungan Pelanggan (Asman Markom & Hubpel) Bulog Kalsel, Noor Arif F di Banjarmasin, Minggu.

 

Dalam aksi pasar murah tersebut, Bulog menyediakan sejumlah kebutuhan pokok mulai dari beras, minyak goreng, hingga gula pasir dengan harga di bawah rata-rata pasar untuk meringankan beban ekonomi warga.

 

Arif merincikan, harga jual yang ditawarkan meliputi minyak goreng “Minyakita” seharga Rp15.000, beras SPHP Rp59.000 per karung isi 5 kg, serta beras premium yang dipatok seharga Rp77.000 per karung isi 5 kg.

“Sedangkan untuk gula pasir, kami jual seharga Rp17.500 per kilogram. Kehadiran kami di sini memang difungsikan sebagai penstabil harga akibat adanya lonjakan sedikit pada beberapa komoditas di pasaran,” ujarnya.

 

Pihak Bulog membawa stok yang cukup signifikan untuk memenuhi antusiasme warga, di antaranya 30 dus atau setara 360 liter Minyakita, 500 kilogram gula premium, serta ketersediaan beras SPHP dalam jumlah memadai.

Kegiatan ini, menurut Arif, merupakan agenda rutin mingguan yang dilaksanakan Bulog Kalsel di dua titik strategis setiap hari Minggu demi menjangkau masyarakat umum secara luas.

“Selain di halaman Masjid Sabilal Muhtadin ini, titik pasar murah lainnya juga kami laksanakan di depan kantor kami, Kilometer 6 Banjarmasin, agar akses masyarakat mendapatkan pangan murah semakin mudah,” tuturnya.

 

Meski menyasar masyarakat umum, pihak Bulog tetap memberlakukan aturan pembatasan jumlah pembelian untuk memastikan distribusi pangan murah tersebut merata dan tidak dimonopoli oleh pihak tertentu.

“Untuk menjaga agar semua warga kebagian, kami membatasi pembelian maksimal dua liter untuk minyak goreng dan dua kilogram untuk gula per orang, sementara untuk beras premium jumlahnya bisa lebih besar,” jelas Arif.

Share
Related Articles
News

Pemkot Banjarmasin Siapkan Rp140 Miliar untuk Pembebasan Lahan Proyek Sungai dan Jalan pada 2026

IKNPOS.ID - Pemerintah Kota Banjarmasin, Banjarmasin, mengalokasikan anggaran sebesar Rp140 miliar pada...