Home Lifestyle Tak Jelas! Uang Transportasi pada Ratusan Ormas Tidak Jadi, Sembiring: ‘Hanya Usul’
LifestyleNews

Tak Jelas! Uang Transportasi pada Ratusan Ormas Tidak Jadi, Sembiring: ‘Hanya Usul’

uang transportasi ormas

Share
"Saya orang baru, belum genap sebulan menjabat" (sebagai Plt).
"Saya orang baru, belum genap sebulan menjabat" (sebagai Plt).
Share

IKNPOS.ID – Rencana pemberian uang transportasi kepada ratusan organisasi masyarakat (ormas) di Kaltim berakhir antiklimaks, setelah surat edaran permohonan bantuan itu tersebar luas dan memunculkan beragam spekulasi.

Surat tertanggal 11 April 2026 yang dikeluarkan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim itu ditujukan kepada Sekretaris Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, beserta rincian kehormatan transportasi bagi ormas dan sumber daya yang dihadirkan.

Plt Kepala Kesbangpol Kaltim, Arih Franata Filifus Sembiring, menyampaikan isu pembagian amplop kepada peserta kegiatan silaturahmi dan coffee morning di Gedung Olah Bebaya, kompleks Kegubernuran Kaltim, Senin (13/4/2026). Pihaknya mengakui ada kekeliruan dari surat itu, yang mana berawal dari konsep usulan yang belum disetujui oleh pimpinan Pemprov Kaltim.

“Informasi yang beredar itu masih sebatas konsep usulan dari saya. Saya mohon maaf karena ini kesalahan saya,” ujarnya. Dalam surat yang ditujukan kepada Sekretaris Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, disebutkan rencana pemberian uang transportasi sebesar Rp 105 ribu per orang.

Jumlah undangan diperkirakan sekitar 400 orang, anggaran yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp 42 juta. Namun, Sembiring menegaskan, rencana tersebut tidak pernah direalisasikan. Bahkan mengakui terlalu terburu-buru mengusulkan tanpa memahami mekanisme secara mendalam.

“Saya orang baru, belum genap sebulan menjabat (sebagai Plt). Niatnya agar tidak memberatkan teman-teman yang datang dari jauh. Tapi karena belum tercapai, akhirnya menimbulkan kesalahpahaman,” jelasnya. Pada kesempatan itu, Sembiring menyampaikan permintaan maaf kepada pimpinan daerah, mulai dari gubernur, wakil gubernur, hingga sekretaris provinsi, atas kegaduhan yang terjadi.

Sembiring juga memastikan, hingga kegiatan berlangsung, tidak ada uang transportasi yang dibagikan kepada peserta. “Saat ini kami belum dapat memberikan bantuan transportasi sebagaimana yang sempat menyebarkan informasinya. Sekali lagi saya mohon maaf atas hal tersebut,” timpal Sembiring. “Mudah-mudah ke depan, bila anggaran memungkinkan dan tidak lagi terpotong-potong, kami dapat memiliki ruang yang lebih luas untuk memfasilitasi kegiatan silaturahmi seperti ini,” sambungnya mengakhiri.

Share