IKNPOS.ID – Cahaya harapan kini semakin terang menyinari kawasan pedalaman dan wilayah terpencil di Provinsi Kalimantan Timur. Dalam kurun waktu satu tahun masa kepemimpinan Gubernur H. Rudy Mas’ud (Harum) bersama Wakil Gubernur Seno Aji.
Akselerasi pembangunan infrastruktur dasar menjadi fokus utama yang mulai dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat desa. Salah satu sektor yang mengalami lonjakan progres signifikan adalah pemenuhan kebutuhan energi listrik bagi warga di daerah pinggiran.
Selama ini, akses listrik yang merata kerap menjadi tantangan besar di Kalimantan Timur mengingat luasnya geografis dan sulitnya medan menuju desa-desa tertentu. Namun, melalui kebijakan yang tepat sasaran dan koordinasi intensif antar-lembaga, hambatan tersebut perlahan mulai terkikis.
Fokus Pemerintah Provinsi saat ini bukan sekadar membangun fisik bangunan, melainkan memastikan hak masyarakat untuk menikmati fasilitas energi terpenuhi dengan standar yang layak.
Berdasarkan data capaian terbaru, tercatat ada penambahan jumlah desa yang kini telah menikmati aliran listrik dari PLN secara signifikan. Dari total sekitar 1.038 desa yang tersebar di Kalimantan Timur.
Sebelumnya baru tercatat sekitar 928 desa yang sudah mendapatkan layanan listrik PLN. Selebihnya, sebanyak 110 desa masih harus bergantung pada sumber listrik non-PLN yang sering kali terbatas.
Kini, dalam satu tahun masa bakti pasangan Rudy Mas’ud dan Seno Aji, terjadi perubahan peta kelistrikan desa yang menggembirakan. Sebanyak 38 desa baru berhasil dialiri listrik PLN.
Sehingga angka desa yang sebelumnya belum terjangkau listrik secara memadai di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) kini menyusut drastis. Jika sebelumnya tersisa 110 desa, kini angka tersebut tinggal menyisakan 72 desa saja.
Keberhasilan ini merupakan buah manis dari Program Listrik Desa (LISDES) periode 2025-2026. Inisiatif strategis ini lahir dari kolaborasi erat antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan PT PLN (Persero).
Program ini dirancang dengan misi besar: mewujudkan rasio desa berlistrik hingga 100% di seluruh pelosok Bumi Etam pada tahun 2027 mendatang.
https://www.instagram.com/p/DXEXtKwEzzS
Dengan progres yang terus berjalan sesuai jalur (on track), optimisme untuk mengakhiri kegelapan di pelosok Kaltim semakin menguat. Teralirnya listrik ke puluhan desa baru ini diharapkan tidak hanya memberikan penerangan di malam hari.
Tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga desa, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memudahkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat setempat.