Home Borneo Proyek Gedung DPR hingga MA di IKN Tetap Jalan, Tak Terdampak Efisiensi Anggaran
Borneo

Proyek Gedung DPR hingga MA di IKN Tetap Jalan, Tak Terdampak Efisiensi Anggaran

Share
Pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara dipastikan tetap berjalan meski pemerintah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran. Foto: ANTARA/HO-dokumen Humas Otorita IKN
Share

IKNPOS.ID – Pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara dipastikan tetap berjalan meski pemerintah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembangunan gedung-gedung lembaga negara tetap menjadi prioritas utama.

“Pembangunan gedung legislatif dan yudikatif tetap menjadi prioritas, kendati ada kebijakan efisiensi anggaran,” ujarnya saat ditemui di Sepaku, Penajam Paser Utara, Senin.

“Pembangunan tetap berjalan tidak termasuk dalam kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini sedang berjalan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, proyek ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan target penyelesaian pada periode 2027–2028. Pembangunan tersebut meliputi gedung utama lembaga negara hingga infrastruktur pendukung di kawasan.

Untuk kawasan legislatif, sejumlah bangunan yang akan dibangun antara lain Gedung Paripurna, Gedung DPR, Gedung DPD, dan Gedung MPR. Gedung Paripurna dirancang menjadi pusat kegiatan dengan kapasitas mencapai 1.579 orang, yang saat ini masih dalam tahap penyempurnaan desain sambil menunggu persetujuan Presiden.

Selain itu, pembangunan jalan sepanjang 3,7 kilometer di kawasan legislatif juga tengah dipersiapkan guna memperkuat konektivitas antarbangunan. Tahapan awal berupa pembersihan lahan telah dilakukan.

Sementara itu, kawasan yudikatif akan dikerjakan dalam dua paket proyek. Paket pertama mencakup pembangunan Gedung Mahkamah Agung beserta fasilitas pendukung dan Plaza Keadilan. Paket kedua meliputi pembangunan Gedung Mahkamah Konstitusi, kawasan yudisial, serta masjid.

“Seluruh area yudikatif dilengkapi dengan pembangunan jalan kawasan sepanjang 8 kilometer,” jelas Basuki.

Di sisi lain, penguatan infrastruktur dasar juga terus dilakukan. Di antaranya pembangunan embung EC-08, kolam retensi TR01, serta jaringan perpipaan air minum yang terintegrasi melalui sistem Multi-Utility Tunnel (MUT) untuk menunjang kebutuhan kawasan di KIPP IKN.

Share
Related Articles
Tol Akses IKN Gratis Mudik 2026
Borneo

Tol IKN Seksi 3A-2 Percepat Akses Balikpapan–Samarinda ke Kawasan Pemerintahan Baru

IKNPOS.ID - Keberadaan Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3A-2 mulai...

Borneo

Mengejutkan! Kaltim Siapkan 1.270 Ton Sampah per Hari Demi Listrik, Ini Rencana Besarnya

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah menyiapkan pasokan sampah...

Borneo

Sorotan Ekonom soal IKN: Risiko Pemborosan hingga Usulan Kampus dan Alih Fungsi Infrastruktur

IKNPOS.ID - Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi topik hangat dalam...

Program bedah rumah Kaltim digeber, kuota naik jadi 3.000 unit. Jadwal dipercepat, Balikpapan jadi fokus utama pemerintah.
Borneo

Bedah Rumah Digeber! Kuota Melejit 3.000 Unit di Kaltim, Jadwal Maju—Balikpapan Jadi Sorotan

IKNPOS.ID - Pemerintah tancap gas mempercepat program bedah rumah di Kalimantan Timur....