IKNPOS.ID – Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan alokasi anggaran belanja untuk seluruh kementerian dan lembaga (K/L) dalam Kabinet Merah Putih untuk tahun anggaran 2026. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026, pemerintah mengalokasikan total belanja pusat mencapai Rp 3.149,47 triliun yang mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2026.
Dari rincian tersebut, sorotan utama tertuju pada Badan Gizi Nasional yang mendapatkan jatah paling besar di antara seluruh lembaga negara, sementara Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) juga mendapatkan alokasi untuk keberlanjutan proyek ibu kota baru.
Gebrakan Badan Gizi Nasional di Posisi Puncak
Secara mengejutkan, Badan Gizi Nasional menempati urutan pertama sebagai kementerian/lembaga dengan anggaran paling jumbo, yakni sebesar Rp 268 triliun. Angka fantastis ini melampaui kementerian-kementerian “tradisional” yang biasanya mendominasi anggaran besar.
Dana tersebut diduga kuat akan dialokasikan untuk menjalankan program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya terkait program Makan Bergizi Gratis bagi anak sekolah di seluruh Indonesia. Posisi kedua ditempati oleh Kementerian Pertahanan dengan alokasi Rp 187,10 triliun, diikuti oleh Polri sebesar Rp 146,05 triliun.
Kelanjutan Pembangunan: Anggaran IKN dan Pekerjaan Umum
Di tengah sorotan publik mengenai keberlanjutan Ibu Kota Nusantara, pemerintah secara resmi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6,26 triliun untuk Otorita IKN (OIKN). Anggaran ini menjadi modal penting bagi pengelolaan dan percepatan operasional pusat pemerintahan baru di Kalimantan Timur.
Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum yang memegang kendali infrastruktur nasional juga mendapatkan porsi besar senilai Rp 118,50 triliun. Anggaran ini diproyeksikan untuk menyelesaikan berbagai proyek strategis nasional, termasuk aksesibilitas menuju kawasan IKN dan konektivitas kewilayahan.
Daftar 10 Kementerian dengan Anggaran Terbesar 2026
Berikut adalah daftar sepuluh lembaga negara dengan jatah anggaran paling jumbo di tahun 2026: