IKNPOS.ID – Momentum Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang diperingati setiap 27 Rajab mendorong umat Islam meningkatkan ibadah. Salah satunya dengan menjalankan puasa sunnah. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah puasa pada 27 Rajab atau setelahnya memiliki dasar khusus dalam syariat?
Para ulama sepakat bulan Rajab termasuk bulan mulia. Tetapi tidak semua amalan di dalamnya memiliki keutamaan khusus pada tanggal tertentu.
Rajab adalah salah satu dari empat Al-Asyhurul Hurum (bulan-bulan yang dimuliakan), bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Kemuliaan ini ditegaskan langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram.”
(QS. At-Taubah: 36)
Sebagai bulan haram, Rajab menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan menjauhi perbuatan dosa.
Tak Ada Hadis Shahih tentang Puasa Khusus 27 Rajab
Meski Isra Mikraj diperingati pada 27 Rajab, para ahli hadis menegaskan bahwa tidak ditemukan hadis shahih yang secara khusus menganjurkan puasa pada tanggal tersebut.
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menyatakan:
“Tidak ada satu pun hadis sahih yang menjelaskan keutamaan Rajab, puasa khusus di dalamnya, maupun ibadah tertentu pada malam tertentu di bulan Rajab.”
Artinya, puasa 27 Rajab tidak memiliki keistimewaan khusus, tetapi juga tidak dilarang.
Terdapat hadis dari Abu Dawud yang bersifat umum tentang puasa di bulan-bulan mulia, meski sebagian ulama menilai sanadnya lemah:
“Berpuasalah pada bulan-bulan haram dan tinggalkanlah.”
(HR. Abu Dawud)
Hadis ini tidak menyebut Rajab secara spesifik. Namun mencakup seluruh bulan haram, termasuk Rajab.
Bolehkah Puasa Setelah 27 Rajab?
Secara syariat, tidak ada larangan untuk melaksanakan puasa sunnah setelah 27 Rajab. Tanggal tersebut bukan termasuk hari yang diharamkan untuk berpuasa.
Dalam literatur fikih disebutkan hari-hari yang dilarang untuk puasa antara lain:
- 1 Syawal (Idul Fitri)
- 10 Dzulhijjah (Idul Adha)
- Hari Tasyrik (11–13 Dzulhijjah)
- Hari syak
- Paruh kedua bulan Syaban (dalam kondisi tertentu)
Dengan begitu, puasa pada 28, 29, hingga akhir Rajab tetap sah dan berpahala, selama tidak diyakini memiliki keutamaan khusus pada tanggal tertentu.
- Amalan bulan Rajab
- Bolehkah Puasa Setelah 27 Rajab
- bolehkah puasa setelah Isra Mikraj
- Bulan haram
- daftar hari dilarang puasa
- hukum puasa 27 Rajab
- Hukum puasa Isra Mikraj
- Hukum puasa Rajab
- Keutamaan bulan Rajab
- keutamaan bulan Rajab menurut ulama
- keutamaan puasa bulan haram
- Niat puasa Rajab
- Niat Puasa Rajab di Malam Hari
- Niat Puasa Rajab di Siang Hari
- niat puasa sunnah bulan Rajab
- Niat Puasa Sunnah Rajab
- Panduan Puasa Rajab 2026
- Puasa 27 Rajab
- Puasa 27 Rajab 2026
- puasa bulan haram dalam Islam
- Puasa Rajab
- puasa Rajab setelah Isra Mikraj
- puasa setelah 27 Rajab
- Puasa sunnah
- puasa sunnah bulan Rajab







