Home Borneo Anggaran IKN Dikurangi, Balikpapan Siap Hadapi Penurunan PAD 2025
Borneo

Anggaran IKN Dikurangi, Balikpapan Siap Hadapi Penurunan PAD 2025

Share
Pembangunan IKN
Pembangunan IKN
Share

IKNPOS.ID – Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan efisiensi yang merujuk pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun 2025.

Kebijakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengeluaran negara dan daerah dengan fokus pada efisiensi belanja.

Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan, Idham, mengungkapkan bahwa kebijakan ini berpotensi mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama karena perubahan alokasi anggaran untuk proyek strategis nasional, seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Refinery Development Master Plan (RDMP).

“Tahun lalu, salah satu penyumbang PAD terbesar adalah efek dari proyek IKN, RDMP, serta banyaknya event yang diselenggarakan,” ujarnya.

Namun, dengan adanya pemangkasan anggaran untuk proyek IKN dan hampir selesainya RDMP, Pemerintah Kota Balikpapan perlu mencari strategi baru dalam mengoptimalkan PAD.

Strategi Optimalisasi PAD Balikpapan

Meskipun menghadapi tantangan dari kebijakan efisiensi, Pemerintah Kota Balikpapan tetap berupaya menjaga kestabilan ekonomi dengan berbagai strategi:

  • Meningkatkan sosialisasi dan edukasi pajak kepada masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
  • Memantau perkembangan ekonomi pada semester pertama tahun 2025 sebelum melakukan penyesuaian kebijakan pajak daerah.
  • Mengoptimalkan sektor penyumbang PAD utama, seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta pajak restoran dan hotel.

Realisasi PAD Balikpapan Tahun 2024

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Balikpapan tahun 2024 berhasil melampaui target Rp 1 triliun. Kepala BPPDRD Balikpapan, Idham, menyampaikan bahwa realisasi PAD mencapai Rp 1.065.702.264.941, meningkat dari Rp 966 miliar pada tahun 2023.

“Peningkatan ini didorong oleh kontribusi sektor pajak daerah, retribusi, dan pengelolaan kekayaan daerah,” ungkap Idham.

Berikut adalah rincian sumber PAD Balikpapan tahun 2024:

  • Pajak Daerah: Rp 809.678.437.973
  • Retribusi Daerah: Rp 163.415.657.333
  • Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan: Rp 24.519.393.509
  • Lain-lain PAD yang Sah: Rp 68.088.776.126

Proyeksi PAD Balikpapan 2025

Meskipun kebijakan efisiensi pemerintah dapat mempengaruhi penerimaan daerah, Idham optimistis bahwa PAD Balikpapan masih berpotensi meningkat.

Share
Related Articles
Borneo

Mengejutkan! Kaltim Siapkan 1.270 Ton Sampah per Hari Demi Listrik, Ini Rencana Besarnya

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah menyiapkan pasokan sampah...

Borneo

Sorotan Ekonom soal IKN: Risiko Pemborosan hingga Usulan Kampus dan Alih Fungsi Infrastruktur

IKNPOS.ID - Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi topik hangat dalam...

Program bedah rumah Kaltim digeber, kuota naik jadi 3.000 unit. Jadwal dipercepat, Balikpapan jadi fokus utama pemerintah.
Borneo

Bedah Rumah Digeber! Kuota Melejit 3.000 Unit di Kaltim, Jadwal Maju—Balikpapan Jadi Sorotan

IKNPOS.ID - Pemerintah tancap gas mempercepat program bedah rumah di Kalimantan Timur....

Pengukuhan DPW MATRA Kaltim di Jantung IKN
Borneo

Harmoni Budaya di Ibukota Baru: Prosesi Khidmat Pelantikan DPW MATRA Kalimantan Timur

IKNPOS.ID - Kawasan Ibukota Nusantara (IKN) kembali menjadi saksi sejarah, namun kali...