IKNPOS.ID – Kawasan Ibukota Nusantara (IKN) kembali menjadi saksi sejarah, namun kali ini bukan soal pembangunan infrastruktur fisik semata. Di tengah deru transformasi nasional, sebuah prosesi khidmat berlangsung pada Minggu (3/5) yang menandai pengukuhan nilai-nilai luhur bangsa. Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) Kalimantan Timur secara resmi di lantik, membawa misi besar untuk menjaga marwah tradisi di tanah Borneo.
Momentum ini bukan sekadar seremoni pergantian pengurus. Kehadiran MATRA di titik nol pembangunan negara ini merupakan penegasan bahwa masyarakat adat adalah pilar kebudayaan yang tak terpisahkan dari kemajuan Indonesia.
Dengan posisi strategisnya, DPW MATRA Kalimantan Timur memposisikan diri sebagai mitra penting pemerintah untuk memastikan bahwa gerak maju pembangunan tetap berjalan beriringan dengan kearifan lokal yang telah ada selama berabad-abad.
Acara ini menghadirkan suasana persatuan yang kental, di mana unsur birokrasi, keamanan, dan pemangku adat duduk bersama. Keberadaan organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah pemersatu yang menghimpun kekuatan masyarakat adat guna melestarikan ritual, hukum adat, hingga kelembagaan bersejarah seperti kerajaan dan kesultanan yang tersebar di wilayah Kalimantan Timur.
Kehadiran Tokoh Nasional dan Tokoh Adat

Prosesi pelantikan ini di hadiri oleh jajaran tokoh penting yang merepresentasikan sinergi lintas sektor. Hadir mewakili Gubernur Kalimantan Timur, Staf Ahli Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Arih Franata Filifus Sembiring.
Dukungan dari pemerintah pusat juga terlihat nyata dengan kehadiran Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, serta Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Akmal Malik.
Dari sisi stabilitas dan keamanan, acara ini di saksikan langsung oleh Kabinda Kalimantan Timur dan Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul.
Tak ketinggalan, jajaran elit organisasi pusat seperti Ketua Umum DPP MATRA Andi Bau Malik Barammamase dan Ketua Dewan Pendiri MATRA KGPAA Mangku Alam II turut mengawal jalannya pengukuhan ini.
Kesakralan acara semakin terasa dengan kehadiran para pemimpin adat dan sultan di Kalimantan Timur. Tampak hadir perwakilan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Muhammad Ali Alamsyah II, Sultan Sambaliung, Pemangku Adat Kesultanan Gunung Tabur, Sultan Benuwo Paser, hingga Raja Padang Kero serta berbagai pemuka adat lainnya dari seluruh penjuru Kaltim.