Home Borneo Antisipasi Inflasi, PPU Pantau Cadangan Pangan di Bulog dan Distributor
Borneo

Antisipasi Inflasi, PPU Pantau Cadangan Pangan di Bulog dan Distributor

Share
Perum Bulog buka suara soal mark up harga impor beras. Foto: Ilustrasi/Dok/Bulog/Disway Group
Beras di gudang Bulog. (istimewa)
Share

IKNPOSID – Dinas Ketahanan Pangan Penajam Paser Utara (PPU) mengantisipasi terjadinya inflasi akibat ketimpangan antara kebutuhan dengan ketersediaan stok pangan di masyarakat.

Ketersediaan pangan merupakan kunci dalam menjaga stabilitas harga dan menghindari inflasi yang bisa merugikan daya beli masyarakat. Karena itu,m keterseduiaan pangan harus selalu dipantau secara ketat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Penajam Paser Utara (PPU), Mulyono menegaskan pentingnya cadangan pangan untuk memastikan stabilitas stok di masyarakat.

Menurutnya, ketersediaan pangan merupakan kunci dalam menjaga stabilitas harga dan menghindari inflasi yang bisa merugikan daya beli masyarakat.

“Jadi memang cadangan ini penting untuk menjamin stok di masyarakat,” tukas Mulyoo, Kamis 31 Oktober 2024.

Muluyono kemudian menggambarkan langkah konkret yang diambil oleh Pemkab PPU untuk menjaga ketahanan pangan.

Pemkab PP lanjut Mulyono, berkomitmen untuk melakukan pemantauan secara berkala terhadap stok pangan di Bulog, distributor, petani, hingga penggilingan, agar data kebutuhan dan ketersediaan pangan di PPU selalu terjaga dan tepat sasaran.

“Ketersediaan stok pangan yang memadai bukan hanya menjadi kebutuhan dasar, tetapi juga berperan penting dalam menjaga stabilitas harga barang di pasar. Kalau kita bicara tentang kebutuhan dasar masyarakat, ya stok ini penting sekali,” tukasnya.

Kekhawatiran Mulyono terhadap dampak kekurangan stok pangan tidak main-main. Menurut dia, ketimpangan antara kebutuhan masyarakat dan ketersediaan stok, maka inflasi bisa terjadi.

Inflasi yang dipicu oleh kelangkaan stok pangan, dapat mengakibatkan harga bahan pangan melonjak, sehingga berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat yang lebih luas.

“Kalau stok tidak ada atau kurang, itu bisa menyebabkan inflasi. Jadi kita harus selalu mendata baik dari bulog, distributor, termasuk petani dan penggilingan,” katanya.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Dinas Ketahanan Pangan PPU rutin melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bulog dan para distributor, guna memastikan bahwa data yang mereka peroleh dari lapangan mencerminkan kebutuhan masyarakat secara aktual.

Share
Related Articles
Pesan Rudy ke Bankaltimantara
Borneo

Mobil Dinas Range Rover Gubernur Kaltim Dikembalikan, Dana Rp7,54 Miliar Resmi Masuk Kas Daerah

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan proses pengembalian mobil dinas gubernur...

Operasi Ketupat Mahakam Kaltim 2026
Borneo

Kaltim Siaga Mudik! Operasi Ketupat Mahakam 2026 Siap Amankan Jalur Lebaran 13 Hari

IKNPOS.ID - Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) mulai mematangkan strategi pengamanan...

Borneo

Hati-Hati Kehabisan! Stok Daging Ayam di Kalbar Melimpah Ruah, Tapi Nasib Sapi Potong Justru Genting?

IKNPOS.ID - Momen Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah tinggal menghitung hari, dan...

Borneo

Meski Ekspor Turun, BI Proyeksikan Ekonomi Provinsi Penyangga IKN Tetap Tumbuh

IKNPOS.ID - Meski nilai ekspor mengalami penurunan akibat berbagai faktor global, Bank...