NUSANTARA, IKNPOS.ID – Pembangunan kawasan perkantoran lembaga yudikatif dan legislatif di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, terus dikebut. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menargetkan seluruh proyek fisik tersebut rampung pada Desember 2027.
Target itu mencakup pembangunan kompleks lembaga yudikatif dan legislatif yang menjadi bagian penting dalam pengembangan IKN sebagai pusat pemerintahan. Namun, pengerjaan proyek menghadapi tantangan kenaikan harga sejumlah material dan bahan bakar.
Salah satu tekanan datang dari kenaikan harga solar industri. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) E.4 Satker Pembangunan Infrastruktur OIKN, Sonny Alissa, mengatakan penyedia solar sempat mengeluhkan lonjakan harga akibat dinamika geopolitik.
“Ini memang dari penyedia sempat mengeluh juga ya, terkait kenaikan solar ya. Ada geopolitik gitu kan kemarin. Ya ini yang sedang kita dengan pimpinan coba kita diskusikan,” kata Sony di kawasan pembangunan lembaga yudikatif KIPP IKN, Kalimantan Timur, Minggu (16/8/2026).
Kompleks Yudikatif Ditargetkan Rampung Desember 2027
OIKN menargetkan pembangunan kawasan perkantoran yudikatif selesai pada 25 Desember 2027. Sementara itu, progres proyek ditargetkan mencapai 40 persen hingga akhir 2026.
Kawasan yudikatif tersebut akan mencakup gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Mahkamah Agung (MA), Komisi Yudisial (KY), Plaza Keadilan, serta Masjid Kawasan.
Sony menjelaskan, tim proyek akan mengejar penyelesaian struktur dan topping off pada tahap berikutnya. Setelah itu, pekerjaan akan berlanjut pada arsitektur, lanskap, dan interior.
“Ini sekarang kan target tahun ini mudah-mudahan kita bisa mencapai 40% ya. Struktur, toppingoff, nanti tinggal penyelesaian arsitektural, dan landscape, interior, ya itu kita kebut lah,” ungkap Sony.
Pembangunan setiap fasilitas melibatkan konsorsium berbeda. Pembangunan MK, KY, dan Masjid Kawasan dikerjakan konsorsium PT Adhi Karya Tbk dan Deta Decon.
Sementara itu, konsorsium PT Hutama Karya (Persero) dan Jaya Konstruksi mengerjakan pembangunan MA serta Plaza Keadilan.
Progres Gedung MA dan MK
Paket pembangunan Gedung MA memiliki nilai kontrak Rp1,4 triliun. Setelah delapan bulan pengerjaan, progres proyek tersebut telah mencapai 12,5 persen.