Home News Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Barito Utara, Dipicu Konflik Lahan Berkepanjangan
News

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Barito Utara, Dipicu Konflik Lahan Berkepanjangan

Share
Wakapolres Barito Utara Kompol Krisistya A.O (tengah) didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky Hermawan (kanan) dan Kasi Humas Iptu Novendra W.P menunjukan barang bukti (antara)
Share

IKNPOS.ID – Kepolisian Resor Barito Utara, Kalimantan Tengah, mengungkap rangkaian peristiwa serta motif di balik kasus pembunuhan terhadap satu keluarga yang terjadi di kawasan perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Peristiwa tersebut menewaskan lima orang dan menyisakan satu korban luka berat.

Kasus ini menjadi perhatian karena diduga dipicu konflik lama yang tidak pernah menemukan titik penyelesaian. Polisi menyebut pertikaian antar keluarga terkait persoalan lahan menjadi pemicu utama terjadinya aksi kekerasan tersebut.

“Motif utama dari kejadian ini adalah perselisihan lahan yang sudah berlangsung lama dan tidak kunjung selesai, meskipun telah beberapa kali dimediasi di tingkat desa maupun kepolisian,” jelas Ricky Hermawan di Muara Teweh, Jumat 1 Mei 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Wakapolres Barito Utara Krisistya Artantyo Octoberna bersama Kasi Humas Novendra W.P..

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Minggu, 19 April, sekitar pukul 17.30 WIB di sebuah rumah yang berada di Jalan Hauling HPH PT Timber Dana Kilometer 95. Lokasi kejadian berada di wilayah yang berbatasan langsung antara Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Dalam penyelidikan yang dilakukan, polisi menetapkan empat tersangka berinisial VS (46), LK (60), SH (37), dan SP alias MN (45). Keempatnya diketahui memiliki hubungan keluarga.

Akibat kejadian tersebut, lima orang dinyatakan meninggal dunia, yakni CU (51), NA (41), Normilah alias Ono (58), TW (19), serta seorang anak berusia tiga tahun berinisial MD. Sementara satu korban lain berinisial AL (40) mengalami luka berat.

“Motif utama dari kejadian ini adalah perselisihan lahan yang sudah berlangsung lama dan tidak kunjung selesai meskipun telah beberapa kali dimediasi di tingkat desa maupun kepolisian,” kata Kasat Reskrim.

Menurut penyidik, konflik diduga semakin memanas setelah muncul dugaan penghinaan terhadap orang tua dari pihak korban kepada keluarga tersangka. Situasi tersebut disebut memicu emosi hingga berujung pada tindakan kekerasan.

Share
Related Articles
News

Kemenko Polkam Percepat Penanganan Blank Spot di Kalsel, Masih Ada 201 Desa Tanpa Sinyal

IKNPOS.ID - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan mempercepat langkah penanganan wilayah...