Home Borneo TEROR Beruang Madu di Telen Kutai Timur: Satwa Liar Dekati Rumah Warga, BKSDA Turun Tangan
Borneo

TEROR Beruang Madu di Telen Kutai Timur: Satwa Liar Dekati Rumah Warga, BKSDA Turun Tangan

Share
Beruang madu masuk pemukiman Kutim
Ilustrasi beruang madu (Helarctos malayanus) dengan cakar panjang yang terlihat sedang mencari makan di sekitar area vegetasi dekat pemukiman.FotoI:ArtificialIntellegence
Share

IKNPOS.ID – Keresahan mendalam tengah menyelimuti warga Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Satwa dilindungi jenis beruang madu (Helarctos malayanus) dilaporkan semakin intens mendekati area pemukiman warga. Fenomena ini memicu kekhawatiran tinggi lantaran kemunculan predator tersebut kini terjadi hampir setiap hari dengan lokasi yang berpindah-pindah.

Awalnya, warga hanya mendeteksi keberadaan satu ekor beruang berukuran kecil di sekitar RT 5. Namun, laporan terbaru menunjukkan satwa tersebut kini ditemani oleh induknya yang diperkirakan memiliki bobot mencapai 70 kilogram. Pergerakan mereka terpantau terus merangsek dari RT 4 hingga ke lingkungan RT 1.

Respons BKSDA Kaltim dan Upaya Penanganan

Menyikapi laporan yang kian mengkhawatirkan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur segera mengambil langkah taktis. Tim penanganan konflik satwa telah diterjunkan ke lokasi sejak Jumat, 3 April 2026, untuk melakukan pelacakan dan evakuasi.

Kepala BKSDA Kaltim, Ari Wibawanto, mengonfirmasi bahwa personelnya masih berupaya keras di lapangan. Hingga Minggu (5/4), tim masih menyisir area yang dilaporkan menjadi titik perlintasan satwa tersebut.

“Tim sudah berada di lokasi sejak Jumat kemarin. Namun, hingga saat ini keberadaan beruang tersebut belum berhasil kami temukan,” ujar Ari saat memberikan keterangan resmi, Minggu 5 April 2026.

Intensitas Meningkat Pasca-Lebaran

Kepala Desa Marah Haloq, Gusti Mandala, menjelaskan bahwa gangguan satwa ini sebenarnya sudah muncul menjelang Ramadan lalu di sekitar Sungai Liu. Sempat menghilang selama beberapa minggu, beruang tersebut justru kembali muncul dengan frekuensi yang lebih tinggi tepat setelah masa Lebaran.

Warga setempat sebelumnya sempat berupaya mengusir satwa tersebut secara mandiri. Namun, metode pengusiran tradisional hanya memberikan efek jera sementara.

“Kami sempat mengusir dengan cara biasa dan sempat hilang dua sampai tiga minggu. Namun habis Lebaran ini muncul lagi, bahkan beberapa hari terakhir hampir setiap hari terlihat mendekati rumah,” ungkap Gusti.

Mengenal Bahaya Beruang Madu

Meskipun beruang madu merupakan spesies beruang terkecil, satwa ini memiliki potensi bahaya yang fatal bagi manusia. Mengutip data dari Borneo Orangutan Survival, berikut adalah alasan mengapa warga harus waspada:

Share
Related Articles
Borneo

Imbas IKN, Permintaan Rumah di Balikpapan Diprediksi Naik pada 2026

IKNPOS.ID - Permintaan rumah di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur diperkirakan akan meningkat...

Vonis Mati Pembunuh Satu Keluarga
Borneo

Hakim Vonis Mati Ayah yang Habisi Istri Hamil dan Dua Anak di Tanjung Redeb

fin.co.id - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb menjatuhkan vonis mati...

Borneo

Ini Upaya Pemkab Kukar Dongkrak Ekonomi Kerakyatan di Kabupaten Penyangga IKN

IKNPOS.ID - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), tengah...

Borneo

Pemkab Penajam Dukung Aturan Perlindungan Anak di Ruang Digital

IKNPOS.ID - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), menyatakan kesiapannya...