IKNPOS.ID – Arus pergerakan mahasiswa di Kalimantan Timur kembali mencapai puncaknya. Ribuan aktivis intelektual dari berbagai perguruan tinggi di seluruh penjuru Bumi Etam dipastikan akan membanjiri jalanan protokol Kota Samarinda.
Target utamanya jelas: Gedung DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur. Gelombang aksi massa ini merupakan kulminasi dari keresahan akar rumput yang akan disuarakan melalui orasi-orasi tajam dan barisan panjang yang siap menagih janji serta komitmen para pemangku kebijakan daerah.
Persiapan konsolidasi di berbagai kampus dilaporkan telah matang. Aliansi mahasiswa ini membawa rapor merah terkait berbagai isu krusial, mulai dari persoalan lingkungan, agraria, hingga kebijakan ekonomi yang dianggap mencekik rakyat kecil.
Ribuan pasang mata kini tertuju pada Samarinda, di mana integritas para pemimpin daerah akan diuji secara langsung oleh “parlemen jalanan” yang dikenal memiliki daya tawar tinggi dan konsistensi yang sulit dibendung.
Koordinator lapangan menegaskan bahwa gerakan ini adalah murni panggilan moral untuk memastikan keadilan tidak hanya menjadi slogan di atas kertas.
Aparat keamanan diprediksi akan mengerahkan personel gabungan dalam jumlah besar guna mengawal jalannya aksi ini agar tidak terjadi anarkisme. Sementara itu, warga Samarinda diimbau untuk mewaspadai potensi pengalihan arus lalu lintas di sekitar Jalan Teuku Umar dan Jalan Gajah Mada guna menghindari kemacetan parah.
Aksi besar ini diharapkan menjadi momentum refleksi bagi pemerintah provinsi dan anggota legislatif untuk lebih responsif terhadap aspirasi publik, menjadikan 21 April sebagai catatan sejarah perjuangan demokrasi di Kalimantan Timur tahun 2026.
“Kami tidak akan diam melihat kondisi daerah yang sedang tidak baik-baik saja. Ribuan kawan-kawan dari berbagai pelosok kampus sudah satu suara: kami akan membawa energi perubahan ke depan pintu Kantor Gubernur dan DPRD. Ini adalah murni gerakan nurani untuk menuntut hak-hak rakyat yang selama ini terabaikan. Kami pastikan barisan kami akan tetap solid, tertib, namun tetap lantang menyuarakan kebenaran hingga ada jawaban nyata dari para penguasa,” tegas salah satu pimpinan aliansi mahasiswa Kaltim.