Aksi massa 214 atau 21 April 2026 bergema sejak dua minggu silam. Bahkan posko-posko persiapan aksi sudah berdiri di beberapa titik, di mana tiap posko menerima sumbangan warga berupa minuman atau makanan kering untuk keperluan massa aksi nantinya.
Koordinator lapangan yang menyerukan aksi damai itu juga membuka sumbangan melalui QRIS, di mana warga dipersilakan menyampaikan partisipasi.
Sementara pihak kepolisian sendiri telah melakukan antisipasi. Di antaranya dengan memasang pagar berduri di Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada Samarinda. Dua titik sasaran aksi massa adalah kantor gubernur dan gedung DPRD Kaltim Jalan Teuku Umar Samarinda.
Aksi massa terjadi lantaran kekecewaan sebagian warga dengan kebijakan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud. Seperti ramai diberitakan, kebijakan Rudy Mas’ud membeli mobil dinas mewah Rp8,5 miliar sampai mendapat tanggapan minor banyak pihak, bahkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Picu lainnya setelah ditemukan anggaran renovasi ruang kerja rumah dinas Gubernur dan wakil gubernur sebesar Rp25 miliar. Warga menilai kepemimpinan Rudy Mas’ud mementingkan selera sendiri dengan bermewah-mewah, sementara masyarakat masih banyak yang hidup tidak layak.