IKNPOS.ID – Di tengah kepulan asap orator dan riuh rendah ribuan massa yang mulai memadati pusat pemerintahan Kalimantan Timur, sebuah langkah diplomatis diambil oleh perwakilan rakyat.
Agus Suwandy, anggota legislatif dari DPRD Provinsi Kaltim, secara tegas menyatakan kesiapannya untuk keluar dari ruang kerja dan menemui langsung para pengunjuk rasa pada aksi besar 21 April ini.
Langkah ini dipandang sebagai upaya mendinginkan suasana sekaligus membuktikan bahwa wakil rakyat tetap hadir di tengah desakan aspirasi yang kian memanas.
Agus Suwandy menegaskan bahwa dirinya menghormati hak konstitusional setiap warga negara, termasuk mahasiswa dan elemen masyarakat yang turun ke jalan untuk menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Baginya, pertemuan tatap muka di tengah aksi massa bukanlah hal yang perlu dihindari, melainkan sebuah keharusan bagi pejabat publik untuk mendengar secara jernih apa yang menjadi kegelisahan masyarakat di tingkat akar rumput.
Kesiapan ini diharapkan dapat menjadi jembatan agar penyampaian aspirasi berlangsung tertib tanpa perlu terjadi tindakan-tindakan anarkis yang merugikan fasilitas umum.
Pernyataan tegas datang dari anggota DPRD Kalimantan Timur, Agus Suwandy. Di tengah rencana aksi massa besar-besaran pada 21 April 2026 di Kota Samarinda, politisi partai Gerindra itu mengatakan siap menemui dan menerima aspirasi yang disampaikan para demonstran.
“Insya Allah. Saya akan temui aksi massa itu jika datang ke kantor DPRD Kaltim. No, problem. Tapi, tolong aksinya jangan sampai merusak fasilitas pemerintah dan masyarakat,” ujar Agus kepada wartawan, Sabtu (18/4/2026).
Agus mengatakan, sebagai wakil rakyat memang tugasnya menerima aspirasi yang disampaikan oleh warga. Apalagi massa itu berdomisili di Samarinda, di mana ia juga berasal dari daerah pemilihan (dapil) Kota Tepian.
“Para pendemo warga Kota Samarinda, itu kan konstituen saya. Karena kota ini rumah kita bersama, saya percaya para pendemo juga akan menjaganya,” kata Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim itu.