IKNPOS.ID – Genderang perlawanan resmi ditabuh dari sudut-sudut kampus. Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) mulai mengosongkan ruang kelas dan melakukan mobilisasi besar-besaran.
Sejak pagi tadi, massa aksi telah berkumpul secara kolektif di halaman fakultas sebelum akhirnya diputuskan untuk mulai bergeser secara teratur menuju titik kumpul pusat aksi 21 April yang berlokasi di jantung Kota Samarinda.
Pergerakan massa ini menandai eskalasi serius dalam dinamika demokrasi di Kalimantan Timur. Dengan mengusung berbagai spanduk kritik dan pengeras suara, para mahasiswa FISIP ini dikenal sebagai motor penggerak yang memiliki kajian intelektual tajam. Pergeseran massa ini dilakukan dengan pengawalan internal yang ketat guna memastikan barisan tetap solid dan tidak terpecah sebelum bergabung dengan ribuan massa dari fakultas dan universitas lainnya di titik nol perjuangan.
Koordinator lapangan menegaskan bahwa perpindahan posisi ini adalah bagian dari strategi taktis untuk menyatukan kekuatan besar guna menekan kebijakan pemerintah daerah.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Mulawarman berkumpul dan bergerak setelah melaksanakan Mimbar Bebas bertema Kartini, Selasa (21/4/2026)
Mahasiswa Unmul bersiap bergabung dalam aksi demo, menunggu massa aksi sebelum bergerak ke Islamic Center
Berdasarkan pantauan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) pada pukul 10.00 WITA, para mahasiswa mulai memadati area kampus dengan atribut hitam-hitam dengan jas alamamater.
Berbagai atribut demonstrasi seperti spanduk berisi tuntutan dan bendera organisasi telah disiapkan untuk dibawa ke lapangan.
Ketua BEM FISIP Unmul, Rossa Tri Rahmawati Bahri, menjelaskan pihaknya saat ini masih menunggu seluruh mahasiswa berkumpul sepenuhnya.
Ia memperkirakan akan ada sekitar 80 hingga 100 mahasiswa dari lingkungan FISIP yang akan terlibat dalam aksi tersebut. Meski demikian, keberangkatan mereka diprediksi mengalami sedikit keterlambatan karena kondisi di lapangan.