Dengan harapan, program ini benar-benar tepat sasaran dan masyarakat dapat memanfaatkan serta menjaga bantuan yang diberikan, ujar Fakhruazi.
Sementara salah satu penerima manfaat, Khairu Saleh dari Desa Tundi, Kecamatan Awayan mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya tersebut.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Perbaikan dilakukan pada bagian dapur dan bagian depan rumah saya,” ucapnya.
“Kami tidak main-main dengan urusan hak rakyat kecil. Rakor ini adalah bentuk transparansi kami kepada publik. Setiap nama yang masuk ke dalam daftar penerima bantuan RTLH harus melalui proses verifikasi berlapis. Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini menjadi jembatan bagi warga Balangan untuk memiliki kehidupan yang lebih terlindungi. Tidak boleh ada celah bagi penyimpangan maupun lapangan,” tegas pimpinan Dinas Sosial Kabupaten Balangan.
Selain fokus pada sasaran yang tepat, pertemuan ini juga membahas mengenai standarisasi kualitas bangunan yang akan dikerjakan. Dinsos menuntut agar material yang digunakan sesuai dengan spesifikasi teknis agar rumah yang dibangun memiliki ketahanan jangka panjang. Dengan sistem pengawasan yang terintegrasi ini, Kabupaten Balangan optimis mampu mempercepat target pengentasan kemiskinan dan mewujudkan pemerataan perumahan layak bagi seluruh masyarakat di sepanjang tahun 2026.