Home News Deretan Kontroversi Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang Picu Gelombang Demo Warga
News

Deretan Kontroversi Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang Picu Gelombang Demo Warga

Share
Protes ini muncul sebagai reaksi atas ketidakpuasan publik terhadap kebijakan anggaran Pemerintah Provinsi Kaltim.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud
Share

IKNPOS.ID  – Aksi unjuk rasa besar mengguncang Kalimantan Timur (Kaltim) pada Selasa 21 April 2026. Ribuan massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat turun ke jalan menyampaikan aspirasi sekaligus kritik terhadap kepemimpinan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.

Demonstrasi digelar di dua lokasi utama, yakni di depan kantor DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar dan berlanjut ke Kantor Gubernur di Jalan Gajah Mada. Situasi sempat memanas hingga terjadi kericuhan pada malam hari.

Aksi tersebut bukan tanpa sebab. Selama satu tahun masa jabatan sejak dilantik pada 20 Februari 2025, kepemimpinan Rudy Mas’ud diwarnai sejumlah polemik yang memicu kekecewaan publik.

Gaya Hidup hingga Kebijakan Anggaran Disorot

Salah satu isu yang paling banyak mendapat sorotan adalah gaya hidup mewah kepala daerah. Publik menilai kebijakan pembelian mobil dinas senilai Rp8,5 miliar serta renovasi rumah jabatan hingga Rp25 miliar tidak mencerminkan kepekaan terhadap kondisi masyarakat.

Tak hanya itu, muncul pula tudingan nepotisme, praktik KKN, hingga dugaan terbentuknya dinasti politik dalam lingkar kekuasaan. Hal ini mendorong massa aksi menuntut transparansi dan akuntabilitas dari pemerintah daerah.

Sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Kaltim berada dalam sorotan nasional. Harapan tinggi terhadap kinerja pemerintah daerah justru berbanding terbalik dengan munculnya berbagai kontroversi di awal masa pemerintahan.

Rentetan Polemik Sepanjang Satu Tahun

Berikut sejumlah kontroversi yang menjadi sorotan publik:

1. Pernyataan “Gubernur Konten”
Ucapan Rudy Mas’ud pada April 2025 yang menyebut “Gubernur Konten” kepada Dedi Mulyadi memicu perdebatan luas. Meski telah dijelaskan sebagai bentuk pujian, pernyataan itu tetap menuai kritik dari warganet.

2. Dugaan Intimidasi terhadap Jurnalis
Pada Juli 2025, seorang ajudan gubernur terekam mengucapkan “tandai, tandai” kepada wartawan dengan nada yang dianggap intimidatif. Peristiwa ini mendapat kecaman dari AJI Samarinda dan PWI Kaltim karena dinilai mencederai kebebasan pers.

Share
Related Articles
NewsPemerintahan

Persiapan Perayaan HUT Kabupaten Kotabaru ke-76

Persiapan HUT Kotabaru

Kaltim targetkan juara PON XXII
News

Rudy Mas’ud Muncul dan Tanggapi Demo di Kantor Gubernur Kaltim, Sampaikan Apresiasi ke Mahasiswa dan Warga

IKNPOS.ID - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, akhirnya buka suara terkait aksi...