Home News Blokir Media Sosial Jadi Bumerang! Istri Gubernur Kaltim ‘Disentil’ Massa Aksi 21 April Terkait Ruang Dialog
NewsPemerintahan

Blokir Media Sosial Jadi Bumerang! Istri Gubernur Kaltim ‘Disentil’ Massa Aksi 21 April Terkait Ruang Dialog

aspirasi perempuan kaltim

Share
Dinamika aksi unjuk rasa 21 April di Kalimantan Timur ternyata melebar hingga ke lingkaran terdalam keluarga gubernur.
Dinamika aksi unjuk rasa 21 April di Kalimantan Timur ternyata melebar hingga ke lingkaran terdalam keluarga gubernur.
Share

“Padahal saya sangat ingin berdiskusi. Saya di bidang fashion, saya pengen tahu apa yang menginspirasi beliau. Tapi nggak ada ruang sama sekali.”

Radika menilai, dalam konteks figur publik, gaya berbusana bukan sekadar soal estetika, tetapi juga bagian dari komunikasi kepada masyarakat yang terbuka terhadap interpretasi dan kritik.

“Akhirnya ketika diblok, itu malah memvalidasi persepsi publik. Kenapa harus ditutup? Kenapa nggak dibuka ruang dialog?”

Kritik terhadap Istri Gubernur ini menjadi bumbu pedas dalam rangkaian aksi 21 April yang menuntut transparansi dan akuntabilitas. Massa berpendapat bahwa perilaku di media sosial mencerminkan sejauh mana suatu rezim mau mendengar suara dari bawah.

Isu “Jari Blokir” ini pun segera viral di berbagai platform, memicu terjadinya luas mengenai etika komunikasi pejabat publik dan keluarganya di era keterbukaan informasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pejabat gubernur gubernur terkait sentilan tajam tersebut.

Namun yang pasti, tuntutan akan ruang dialog yang lebih sehat menjadi poin penting dalam catatan sejarah pergerakan mahasiswa di Samarinda tahun ini.

Share