Sektor industri makanan juga menjadi kontributor penting dengan 213 proyek bernilai Rp2,18 triliun, menyerap 635 TKI dan 6 TKA.
Adapun sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan dari PMA mencatat 248 proyek senilai Rp1,76 triliun, dengan serapan 11.348 TKI dan 14 TKA. Sementara industri logam dasar dan barang logam menyumbang 58 proyek bernilai Rp1,01 triliun, menyerap 248 TKI dan 15 TKA.
“Data ini menunjukkan investasi di Kaltim tidak hanya besar dari sisi nilai, tetapi juga berdampak nyata pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi daerah,” tutup Fahmi.







