Home Borneo Buntut Teguran Presiden Prabowo, Gubernur Kaltim Temui Sultan Kutai untuk Tabayun
Borneo

Buntut Teguran Presiden Prabowo, Gubernur Kaltim Temui Sultan Kutai untuk Tabayun

Share
Gubernur Kaltim temui Sultan Kutai
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menyambangi Sultan Kutai Kartanegara guna memberikan klarifikasi dan maaf atas polemik posisi duduk di acara peresmian RDMP Balikpapan.Foto:IG@pemprovkaltim
Share

IKNPOS.ID – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, secara khusus mendatangi Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura pada Kamis 15 Januari 2026. Kunjungan ini merupakan langkah responsif untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus klarifikasi langsung kepada Sultan Aji Muhammad Arifin terkait insiden penempatan posisi duduk yang menjadi polemik beberapa hari terakhir.

Polemik tersebut mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan teguran terbuka mengenai posisi duduk Sultan yang berada di barisan belakang tamu undangan saat peresmian Kilang RDMP di Balikpapan, Senin 12 Januari 2026 lalu.

Junjung Tinggi Adat dan Etika Timur
Gubernur yang akrab disapa Harum ini menegaskan bahwa kedatangannya merupakan bentuk tabayun atau klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa dirinya tumbuh besar dalam lingkungan yang sangat memegang teguh tata krama dan penghormatan terhadap adat istiadat.

“Saya datang langsung untuk bertabayun dan bersilaturahmi. Ini adalah bagian dari nilai sopan santun serta bentuk penghormatan kami kepada adat yang selama ini selalu kami junjung tinggi,” ujar Rudy Mas’ud dalam keterangannya usai pertemuan tersebut.

Rudy juga menekankan betapa pentingnya posisi historis Kesultanan Kutai Kartanegara sebagai kerajaan tertua di Nusantara. Meskipun pengaturan acara berskala nasional merupakan ranah protokoler pusat, Rudy merasa memiliki tanggung jawab moral sebagai pemimpin daerah untuk memberikan penjelasan kepada pihak Kesultanan.

Komitmen Perbaikan Protokol Daerah
Gubernur Kaltim memastikan bahwa aspirasi dan arahan dari Sultan akan menjadi bahan evaluasi serius. Ia berjanji akan meneruskan masukan tersebut ke pemerintah pusat agar tata cara penempatan para raja atau tokoh adat dalam agenda kepresidenan dapat diperbaiki di masa mendatang.

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin, menyambut hangat itikad baik sang Gubernur. Sultan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan meminta seluruh pihak untuk senantiasa menghargai kearifan lokal.

Share
Related Articles
Borneo

Peringatan Hari Otda ke-30, Pemkab PPU Tegaskan Komitmen Perkuat Pelayanan dan Pembangunan

Pemkab PPU melakukan apel dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30...

Borneo

Penajam Paser Utara Tancap Gas Jadi Mitra Strategis IKN, Proyek Investasi Siap Tawar Bikin Investor Melirik

IKNPOS.ID - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) semakin serius memposisikan diri sebagai...

Borneo

Otorita IKN Dorong Kolaborasi Industri Konstruksi lewat Business Matching

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka ruang kolaborasi bagi pelaku industri konstruksi...

Borneo

Penajam Paser Utara Bidik Investor IKN, Siapkan Proyek Siap Tawar dan Kepastian Lahan

Kabupaten Penajam Paser Utara menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis investasi di kawasan...