Home News Sekolah Elite ala Prabowo untuk Anak Miskin
NewsPendidikan

Sekolah Elite ala Prabowo untuk Anak Miskin

Share
Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto.
Share

“Ini respons nyata pemerintah terhadap kesenjangan pendidikan yang selama ini mengakar di negara kita,” jelas Darmaningtyas.

Dari sudut pandang ekonomi, Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda, menambahkan Sekolah Rakyat berpotensi besar meningkatkan kualitas SDM dan mengatasi kemiskinan struktural.

Dukungan juga datang dari birokrasi, di mana Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Sunardi Manampiar Sinaga.

“Kemnaker sangat mendukung gagasan Presiden Prabowo terkait Sekolah Rakyat. Tujuannya jelas, mencerdaskan generasi bangsa dan memastikan semua anak mendapatkan akses pendidikan yang sama,” tegas Sunardi saat diwawancara Disway pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Bahkan, Kemnaker juga berencana mengubah Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi unit-unit Sekolah Rakyat.

Ruang Aman untuk Menyelamatkan Mental Anak

Di sisi lain, psikolog anak melihat program Sekolah Rakyat ini memiliki peran penting. Menurut Dokter Arifin Kristanto, rutinitas dan lingkungan yang stabil di sekolah asrama ini bisa menjadi “jangkar emosional” bagi anak-anak.

Dia melihat Sekolah Rakyat sebagai “ruang terapi informal”. Ini bisa membantu anak-anak mengatasi trauma akibat kekerasan, penelantaran atau diskriminasi.

Kurikulum yang diintegrasikan dengan kegiatan seni atau musik dapat membantu proses penyembuhan ini.

“Tujuan utama kita adalah mengembalikan harapan mereka. Ketika seorang anak merasa ia berharga dan mampu, maka dirinya akan termotivasi untuk terus maju,” terang Arifin.

Ia menekankan Sekolah Rakyat membantu mengikis stigma sosial dan mendorong interaksi yang sehat. Ini merupakan pondasi penting bagi perkembangan sosial dan emosional anak.

Dengan begitu, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari prestasi akademis. Melainkan juga dari terbentuknya kepercayaan diri dan kesejahteraan mental.

Program Sekolah Rakyat dapat bertransformasi dari sekadar inisiatif sosial menjadi model pendidikan inklusif yang sesungguhnya.

Pendidikan berkualitas bukanlah hak Istimewa. Tetapi hak yang bisa diakses oleh semua anak. Tanpa terkecuali. Sekaligus, membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.

Share
Related Articles
Tamparan Mojtaba
News

Terus Lanjut Perang, Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata dan Negosiasi

IKNPOS.ID - Pemerintah Iran menegaskan tidak memiliki rencana untuk meminta gencatan senjata...

News

Pemerintah Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Lebaran

IKNPOS.ID  - Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan harga kebutuhan pokok di pasar...

News

Tol IKN Dibuka Sementara Saat Lebaran 2026, Pemkab Penajam Paser Utara Siagakan Personel Pantau Lalu Lintas

IKNPOS.ID - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyiagakan sejumlah personel untuk memantau...

News

Mudik Lebaran 2026: Intip Daftar SPKLU ASTRA Infra dan Pantauan Arus Lalu Lintas Terkini

IKNPOS.ID — Tren penggunaan kendaraan listrik (EV) untuk perjalanan jarak jauh kini...