Home News Sekolah Elite ala Prabowo untuk Anak Miskin
NewsPendidikan

Sekolah Elite ala Prabowo untuk Anak Miskin

Share
Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto.
Share

Kurikulum yang diterapkan juga dirancang khusus dan berbeda dari sekolah biasa. Kurikulum yang digunakan merupakan kombinasi dari berbagai pendekatan.

Seperti deep learning, pembelajaran berbasis empati, dan metode praktik langsung di lapangan. Bahkan, menurut Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Mohammad Nuh, kurikulumnya mencakup materi-materi modern seperti coding, cyber security, dan data science.

“Kurikulumnya kami racik ulang agar sesuai dengan kebutuhan siswa yang menimba ilmu di sekolah rakyat.

Di sisi lain, para pengajar dan wali asuh juga diseleksi ketat oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan.

Mereka adalah profesional yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga empati tinggi.

Nizham Faiz Ghazali, sebagai salah satu pengajar, menjelaskan pendekatannya adalah sistem among. Yaitu harus membangun empati yang lebih besar terhadap anak-anak.

Selama proses belajar, bakat-bakat non-akademik para siswa mulai bermunculan. Dari tari tradisional, teater, musik, hingga judo.

Ratu Mulyanengsih menjelaskan sebenarnya potensi ini akan terlihat jelas sejak awal MPLS.

“Sudah mulai terlihat, terutama di bidang seni dan olahraga. Saat MPLS, siswa menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menari, teater, dan musik,” terangnya.

Sekolah Rakyat sebuah lompatan besar dalam dunia pendidikan Indonesia. Program ini bukan hanya tentang memberikan akses Pendidikan. Tetapi membentuk karakter. Menggali potensi.

Sekaligus memberi harapan bagi anak-anak Indonesia untuk memiliki masa depan yang lebih cerah. Terbebas dari belenggu kemiskinan.

Terobosan Anti-mainstream

Pengamat pendidikan dari UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Jejen Musfah, menyebut Sekolah Rakyat sebagai terobosan anti-mainstream yang membalikkan logika pendidikan.

Selama ini, anak-anak miskin sering kali dituntut untuk berprestasi tanpa dukungan yang memadai.

“Program ini menjadi momentum bagi para siswa yang sangat jauh dari kata privilege,” kata Jejen kepada Disway pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Ini adalah peluang emas memutus rantai kemiskinan. Senada dengan itu, pengamat pendidikan Darmaningtyas menyambut baik inisiatif ini.

Share
Related Articles
Tamparan Mojtaba
News

Terus Lanjut Perang, Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata dan Negosiasi

IKNPOS.ID - Pemerintah Iran menegaskan tidak memiliki rencana untuk meminta gencatan senjata...

News

Pemerintah Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Lebaran

IKNPOS.ID  - Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan harga kebutuhan pokok di pasar...

News

Tol IKN Dibuka Sementara Saat Lebaran 2026, Pemkab Penajam Paser Utara Siagakan Personel Pantau Lalu Lintas

IKNPOS.ID - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyiagakan sejumlah personel untuk memantau...

News

Mudik Lebaran 2026: Intip Daftar SPKLU ASTRA Infra dan Pantauan Arus Lalu Lintas Terkini

IKNPOS.ID — Tren penggunaan kendaraan listrik (EV) untuk perjalanan jarak jauh kini...