Home Borneo Deflasi Kaltim Tembus 0,30 Persen pada Februari 2025, Ini Faktor Penyebabnya
Borneo

Deflasi Kaltim Tembus 0,30 Persen pada Februari 2025, Ini Faktor Penyebabnya

Share
Inflasi Provinsi Kalimantan Timur, Juni 2024
Share

Penurunan harga di beberapa sektor, seperti perumahan, transportasi, dan komunikasi, bisa berdampak positif bagi konsumen, tetapi dapat menjadi tantangan bagi pelaku usaha di sektor tersebut.

Sebaliknya, kenaikan harga pada sektor makanan, kesehatan, dan jasa lainnya menunjukkan bahwa permintaan di sektor ini masih cukup tinggi.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi deflasi secara umum, beberapa sektor tetap mengalami peningkatan harga akibat permintaan yang stabil atau meningkat.

Kesimpulan

Deflasi sebesar 0,30 persen YoY di Kaltim pada Februari 2025 mencerminkan adanya tekanan harga di beberapa sektor utama. Penajam Paser Utara mengalami deflasi tertinggi, sementara Balikpapan mengalami inflasi.

Beberapa kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga, terutama pada sektor makanan, kesehatan, dan jasa lainnya.

Perkembangan inflasi dan deflasi di Kaltim menjadi indikator penting bagi para pemangku kebijakan dalam menentukan langkah strategis guna menjaga stabilitas ekonomi di wilayah ini.

Masyarakat dan pelaku usaha diharapkan dapat menyesuaikan strategi ekonomi mereka dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis ini.

Share
Related Articles
Borneo

Menanam Pohon Jadi Budaya Hidup di IKN

IKNPOS.ID - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono menegaskan, aktivitas...

Borneo

Investasi Rp1,2 Triliun Masuk IKN, Basuki: Perkuat Ekosistem Kota Masa Depan

IKNPOS.ID - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyatakan masuknya investasi senilai Rp1,2...

Cuaca Kaltim 13 Oktober 2025
Borneo

Cuaca Kaltim Didominasi Hujan Ringan, Waspada Kabut hingga 1 Mei 2026! Ini Rinciannya

IKNPOS.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru...