Home Borneo Deflasi Kaltim Tembus 0,30 Persen pada Februari 2025, Ini Faktor Penyebabnya
Borneo

Deflasi Kaltim Tembus 0,30 Persen pada Februari 2025, Ini Faktor Penyebabnya

Share
Inflasi Provinsi Kalimantan Timur, Juni 2024
Share

IKNPOS.ID – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami deflasi sebesar 0,30 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada Februari 2025.

Penurunan harga yang terjadi dipengaruhi oleh turunnya indeks pada sejumlah kelompok pengeluaran, terutama pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, yang mengalami kontraksi hingga minus 11,76 persen.

Kelompok Pengeluaran yang Mengalami Penurunan

Selain kelompok perumahan, beberapa kelompok lainnya juga mengalami deflasi, antara lain:

  • Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun 0,31 persen.
  • Transportasi mengalami penurunan 0,21 persen.
  • Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,61 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Yusniar Juliana, mengungkapkan, “Pada Februari 2025 terjadi deflasi 0,30 persen YoY di Kaltim dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,6.”

Deflasi Tertinggi di Penajam Paser Utara, Balikpapan Justru Inflasi

Deflasi tahunan terdalam terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara, yang mencatatkan angka minus 0,73 persen dengan IHK sebesar 105,72.

Sementara itu, Kabupaten Berau mencatatkan deflasi minus 0,56 persen dengan IHK yang sama.

Namun, di tengah tren deflasi yang terjadi di Kaltim, Kota Balikpapan justru mengalami inflasi.

BPS mencatat bahwa Balikpapan mengalami inflasi sebesar 0,18 persen YoY dengan IHK sebesar 106,36.

Kelompok Pengeluaran yang Mengalami Kenaikan

Meskipun secara umum Kaltim mengalami deflasi, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami kenaikan indeks, antara lain:

  • Makanan, minuman, dan tembakau naik 3,12 persen.
  • Pakaian dan alas kaki meningkat 1 persen.
  • Kesehatan mengalami kenaikan 1,92 persen.
  • Rekreasi, olahraga, dan budaya naik 1,67 persen.
  • Pendidikan mengalami pertumbuhan 1,39 persen.
  • Penyediaan makanan dan minuman/restoran meningkat 2,11 persen.
  • Perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 7,34 persen.

Penyebab Deflasi di Kaltim

Menurut data BPS, beberapa komoditas menjadi faktor utama penyebab deflasi tahunan di Kaltim, antara lain:

  • Tarif listrik
  • Angkutan udara
  • Telepon seluler
  • Bensin
  • Pengharum cucian atau pelembut
  • Sabun cair atau pencuci piring
  • Pelicin atau pewangi pakaian

Sebaliknya, beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi tahunan di Kaltim meliputi:

  • Emas perhiasan
  • Beras
  • Kopi bubuk
  • Cabai rawit
  • Minyak goreng
  • Udang basah
  • Sigaret kretek mesin (SKM)
  • Air kemasan
  • Nasi dengan lauk
  • Sawi hijau, bayam, kangkung
  • Mi, jeruk, soto, ikan gabus, dan kelapa

Dampak Deflasi bagi Perekonomian Kaltim

Deflasi yang terjadi di Kaltim menandakan adanya penurunan daya beli masyarakat, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah.

Share
Related Articles
Borneo

Menanam Pohon Jadi Budaya Hidup di IKN

IKNPOS.ID - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono menegaskan, aktivitas...

Borneo

Investasi Rp1,2 Triliun Masuk IKN, Basuki: Perkuat Ekosistem Kota Masa Depan

IKNPOS.ID - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyatakan masuknya investasi senilai Rp1,2...

Cuaca Kaltim 13 Oktober 2025
Borneo

Cuaca Kaltim Didominasi Hujan Ringan, Waspada Kabut hingga 1 Mei 2026! Ini Rinciannya

IKNPOS.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru...