IKNPOS.ID – Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi topik hangat dalam diskusi bertajuk “Manajemen Krisis di Tengah Ketidakpastian Global” yang digelar Program Doktor Manajemen Universitas Paramadina, Selasa, 5 Mei 2026.
Dalam forum tersebut, ekonom Didik J. Rachbini dan pengusaha Dahlan Iskan sama-sama menyoroti potensi pemborosan anggaran negara dalam pembangunan IKN. Keduanya juga menawarkan sejumlah gagasan agar aset yang telah dibangun tidak menjadi sia-sia.
Didik menilai proyek IKN sejak awal merupakan keputusan politik yang menuai banyak kritik dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi hingga masyarakat umum. Ia berpendapat pembangunan tersebut dilakukan secara terburu-buru dan berisiko tidak efisien secara anggaran.
Menurutnya, berbagai kritik yang muncul sebelumnya tidak mendapat perhatian serius. Hal ini, kata Didik, terlihat dari belum optimalnya kesiapan menjadikan IKN sebagai ibu kota baru meskipun secara formal sudah ditetapkan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa aset yang sudah terbangun harus tetap dimanfaatkan agar tidak terbengkalai. Salah satu langkah yang dinilai realistis adalah menciptakan populasi awal melalui pembangunan komunitas baru di kawasan tersebut.
Didik mengusulkan pemanfaatan gedung yang sudah ada sebagai pusat pendidikan tinggi. Ia menyarankan pemerintah melibatkan sejumlah perguruan tinggi besar seperti Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya untuk membuka kampus cabang di IKN.
“Setiap kampus bisa menerima 5.000 mahasiswa. Artinya, ada tambahan 50 ribu populasi baru setiap tahun. Dalam empat tahun, IKN bisa memiliki 200 ribu penduduk baru,” ujar Didik.
Ia menilai skema ini lebih efisien dibandingkan program transmigrasi, sekaligus mampu mendorong aktivitas ekonomi secara cepat melalui kebutuhan hunian, konsumsi, transportasi, hingga jasa pendukung lainnya.
Selain itu, keberadaan kampus dinilai dapat menjadi fondasi pengembangan ekosistem riset dan inovasi, termasuk peluang menjadikan IKN sebagai pusat industri berbasis teknologi dan ekonomi hijau.