Home Borneo Sorotan Ekonom soal IKN: Risiko Pemborosan hingga Usulan Kampus dan Alih Fungsi Infrastruktur
Borneo

Sorotan Ekonom soal IKN: Risiko Pemborosan hingga Usulan Kampus dan Alih Fungsi Infrastruktur

Share
Masjid Negara IKN, Image: Rahmi / Humas OIKN
Share

“Kalau mau, Presiden Prabowo tinggal perintahkan saja agar IKN tidak jadi mangkrak,” kata Didik.

Sementara itu, Dahlan Iskan menilai proyek IKN menghadirkan dilema. Di satu sisi pembangunan sudah berjalan, namun di sisi lain pemanfaatannya belum jelas.

Ia menyebut sejumlah infrastruktur utama telah berdiri, mulai dari istana presiden, istana wakil presiden, gedung kementerian koordinator, hingga bandara VVIP. Namun, menurutnya, fasilitas tersebut belum dapat digunakan secara optimal.

“Yang jadi pikiran kita, mau diapakan semua bangunan itu? Karena jelas-jelas mau ditempati ya belum bisa. Tapi kalau ditelantarkan juga, uang yang sudah terpakai sekian banyak itu pertanggungjawaban ilmiahnya bagaimana?” ujar Dahlan.

Dahlan juga menyoroti proyek ini dari sisi efisiensi investasi atau incremental capital output ratio (ICOR). Ia menilai setiap investasi seharusnya memberikan manfaat ekonomi yang terukur, sementara dalam kasus IKN hal tersebut belum terlihat jelas.

Salah satu yang disorot adalah pembangunan bandara VVIP yang dinilai terlalu dini, mengingat akses ke kawasan IKN dari Bandara Sepinggan di Kalimantan Timur relatif dekat.

“Naik mobil 45 menit sampai. Yang jadi pertanyaan, kenapa bandara VVIP IKN itu dibangun sekarang?” katanya.

Ia juga membandingkan kondisi tersebut dengan sejumlah proyek lain yang dinilai belum optimal pemanfaatannya, seperti Bandara Kertajati, LRT Palembang, hingga bandara baru di Kediri.

Sebagai solusi, Dahlan mengusulkan agar bandara VVIP di IKN dialihfungsikan menjadi fasilitas militer agar tetap memberikan nilai strategis dan ekonomi.

“Kalau saya diberi wewenang, bandaranya sendiri akan saya jadikan bandara militer. Supaya tetap ada gunanya,” ujar Dahlan.

Menurutnya, pendekatan serupa perlu diterapkan pada berbagai infrastruktur lain yang sudah terbangun namun belum dimanfaatkan secara maksimal.

Dengan kondisi saat ini, IKN dinilai telah menjadi fakta pembangunan yang tidak mudah dibatalkan. Karena itu, tantangan terbesar pemerintah adalah memastikan seluruh aset yang telah dibangun dapat digunakan secara produktif agar tidak menjadi beban fiskal di masa mendatang.

Share
Related Articles
Program bedah rumah Kaltim digeber, kuota naik jadi 3.000 unit. Jadwal dipercepat, Balikpapan jadi fokus utama pemerintah.
Borneo

Bedah Rumah Digeber! Kuota Melejit 3.000 Unit di Kaltim, Jadwal Maju—Balikpapan Jadi Sorotan

IKNPOS.ID - Pemerintah tancap gas mempercepat program bedah rumah di Kalimantan Timur....

Pengukuhan DPW MATRA Kaltim di Jantung IKN
Borneo

Harmoni Budaya di Ibukota Baru: Prosesi Khidmat Pelantikan DPW MATRA Kalimantan Timur

IKNPOS.ID - Kawasan Ibukota Nusantara (IKN) kembali menjadi saksi sejarah, namun kali...

Kaltim mengejar pertumbuhan ekonomi
Borneo

Viral Anggaran Rp450 Juta untuk Laundry, Pemprov Kaltim Buka Suara

IKNPOS.ID - Jagat media sosial sempat dihebohkan dengan kabar anggaran Rp450 juta...

Borneo

Otorita IKN Percepat Penurunan Stunting Lewat Edukasi dan Intervensi Gizi

IKNPOS.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mempercepat upaya penurunan angka...