Home News IKN Latih Pengajar Robotika untuk Bentuk Talenta Digital
News

IKN Latih Pengajar Robotika untuk Bentuk Talenta Digital

Share
Ekstrakurikuler Robotika, Image: Humas OIKN
Share

IKNPOS.ID – Pengembangan talenta digital tidak lagi dimulai dari bangku kuliah. Di Ibu Kota Nusantara, langkah itu justru dimulai dari ruang kelas sekolah menengah, dengan satu fokus utama: guru sebagai motor penggerak. Melalui program pelatihan robotika, Otorita IKN menempatkan pengajar sebagai fondasi dalam membangun generasi yang siap menghadapi era teknologi.

Peran Guru dalam Membangun Talenta Digital

Program yang digagas oleh Otorita Ibu Kota Nusantara ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas guru melalui skema Training of Trainers. Pendekatan ini dipilih bukan tanpa alasan. Guru dipandang sebagai titik awal transformasi, karena mereka memiliki peran langsung dalam membentuk pola pikir, minat, dan keterampilan siswa.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital, Agung Indrajit, menegaskan bahwa penguasaan robotika bukan sekadar kemampuan teknis. Ia menyebut bahwa kemampuan ini juga melatih pola pikir inovatif, kolaboratif, dan adaptif. Dalam konteks pendidikan modern, keterampilan tersebut menjadi kunci utama untuk menghadapi perubahan teknologi yang sangat cepat.

Robotika sendiri dipilih sebagai pintu masuk karena sifatnya yang aplikatif dan menarik. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung melihat bagaimana teknologi bekerja dalam bentuk nyata. Hal ini membuat pembelajaran menjadi lebih hidup dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Pelatihan Intensif dan Pendampingan Berkelanjutan

Program ini tidak berhenti pada pelatihan singkat. Para guru terlebih dahulu mengikuti pelatihan daring pada Maret 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi luring pada April 2026 di kawasan inti IKN. Setelah itu, mereka masih akan mendapatkan pendampingan intensif selama empat bulan.

Pendampingan ini dilakukan bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Politeknik Negeri Samarinda. Kolaborasi ini menjadi penting karena memastikan bahwa materi yang diberikan tidak hanya bersifat dasar, tetapi juga sesuai dengan perkembangan teknologi terbaru.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Tonny Agus Setiono, menjelaskan bahwa pelatihan ini mencakup pemahaman konsep hingga praktik langsung, termasuk perakitan dan pemrograman robot. Dengan demikian, guru tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan teknis untuk mengajar secara efektif.

Share
Related Articles
News

Dikejar Rampung 2027, Kawasan Politik IKN Masuk Fase Kritis

IKNPOS.ID - Pemerintah mulai memasuki fase penentuan dalam pembangunan kawasan legislatif dan...

NewsPemerintahan

Persiapan Perayaan HUT Kabupaten Kotabaru ke-76

Persiapan HUT Kotabaru