IKNPOS.ID – Angin segar berembus di lingkungan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM).
Sebanyak 653 siswa secara resmi tercatat sebagai penerima manfaat dari program unggulan “Gratispol”, sebuah inisiatif bantuan pendidikan yang dirancang untuk meringankan beban biaya kuliah sekaligus mendorong prestasi akademik di bidang kesehatan.
Langkah ini menjadi bukti nyata hadirnya keberpihakan pemerintah dan institusi dalam menciptakan akses pendidikan yang inklusif bagi putra-putri daerah di Kalimantan Timur.
Program Gratispol tidak hanya sekedar bantuan finansial, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak tenaga kesehatan profesional yang berkualitas.
Dengan adanya jaminan biaya pendidikan ini, 653 siswa terpilih diharapkan dapat fokus sepenuhnya pada proses belajar dan praktikum tanpa harus terbebani oleh kendala ekonomi.
Penyeleksian yang ketat memastikan bahwa bantuan ini jatuh ke tangan mereka yang memiliki dedikasi tinggi serta potensi akademik yang menjanjikan.
Pihak manajemen kampus menyambut baik realisasi program ini sebagai dorongan moral bagi civitas akademika untuk terus berinovasi di sektor kesehatan.
“Kehadiran program Gratispol bagi 653 mahasiswa kami adalah sebuah anugerah besar. Ini bukan hanya soal angka, tapi soal harapan bagi masa depan kesehatan di Kalimantan Timur. Kami ingin para penerima manfaat ini menjawab kepercayaan masyarakat dengan prestasi yang gemilang. Pendidikan berkualitas harus bisa diakses oleh siapa saja yang memiliki kemampuan keras, dan program ini adalah jembatannya,” ungkap pimpinan STIKSAM Samarinda dalam acara serah terima simbolis.
Implementasi program ini juga dipandang sebagai strategi jitu dalam menekan angka putus kuliah di tingkat perguruan tinggi. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan tenaga farmasi dan kesehatan di wilayah IKN dan sekitarnya, beasiswa Gratispol menjadi instrumen vital dalam menyiapkan SDM unggul.
Para pelajar kini ditantang untuk membuktikan integritas mereka melalui indeks prestasi yang stabil dan kontribusi nyata dalam pengabdian masyarakat. Kesuksesan 653 mahasiswa STIKSAM ini diharapkan menjadi pemantik bagi program-program serupa di masa depan, menjadikan pendidikan tinggi sebagai motor penggerak utama kemajuan Kaltim di sepanjang tahun 2026.