Home News Sogok Aksi Massa: STIKSAM Samarinda Cetak Rekor, 653 Mahasiswa Dapat Jaminan Kuliah Gratis Lewat Gratispol
NewsPemerintahanPendidikan

Sogok Aksi Massa: STIKSAM Samarinda Cetak Rekor, 653 Mahasiswa Dapat Jaminan Kuliah Gratis Lewat Gratispol

kuliah gratis STIKSAM

Share
Program Gratispol tidak hanya bantuan finansial, juga investasi jangka panjang untuk mencetak tenaga kesehatan profesional yang berkualitas.
Program Gratispol tidak hanya bantuan finansial, juga investasi jangka panjang untuk mencetak tenaga kesehatan profesional yang berkualitas.
Share

Program pendidikan gratis yang digagas Pemerintah Provinsi Kaltim mulai menunjukkan dampak nyata bagi dunia perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

Salah satu kampus yang merasakan langsung manfaatnya adalah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM).

Melalui program Gratispol Pendidikan yang diinisiasi Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, persoalan tunggakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di kampus tersebut kini nyaris tidak ada lagi.

Ketua Yayasan Kagama Samarinda, Fitriansyah, mengungkapkan bahwa sebelum adanya program ini, sekitar 30 persen mahasiswa kerap mengalami tunggakan pembayaran kuliah. Namun kini kondisi tersebut telah berubah drastis.

“Berkat Gratispol Pendidikan, tidak ada lagi mahasiswa kami yang menunggak UKT. Ini sangat membantu,” katanya.

Ia menerangkan, bahwa dari total 836 mahasiswa aktif di STIKSAM, sebanyak 653 di antaranya tercatat sebagai penerima manfaat program tersebut.

Selain meringankan beban mahasiswa, kata dia, program ini juga berdampak pada meningkatnya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi di kampus tersebut.

Tak hanya itu, program Gratispol Pendidikan juga turut disosialisasikan hingga ke tingkat RT melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa.

Sementara itu, Wakil Gubernur Seno Aji menegaskan bahwa tujuan utama dari program Gratispol Pendidikan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kaltim.

Menurutnya, meningkatnya animo masyarakat untuk kuliah harus diimbangi dengan profesionalisme perguruan tinggi, termasuk dalam proses seleksi mahasiswa baru.

“Dengan seleksi yang lebih ketat, diharapkan perguruan tinggi di Kaltim dapat meraih akreditasi unggul dan mampu bersaing dengan kampus-kampus di luar daerah,” tegasnya.

Share