Home News Seminar STIK: Dorong Transformasi Pendidikan Polri Hadapi Tantangan Era Digital
News

Seminar STIK: Dorong Transformasi Pendidikan Polri Hadapi Tantangan Era Digital

STIK Lemdiklat Polri menggelar seminar bertajuk “UNIPOL: Menyiapkan Personel Polri yang Presisi” di Jakarta Selatan, Senin, 13 April 2026.

Share
STIK Lemdiklat Polri menggelar seminar bertajuk “UNIPOL: Menyiapkan Personel Polri yang Presisi” di Jakarta Selatan, Senin, 13 April 2026
Share

IKNPOS.ID – Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri menggelar seminar bertajuk “UNIPOL: Menyiapkan Personel Polri yang Presisi” di Jakarta Selatan, Senin, 13 April 2026. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi strategis yang melibatkan pemangku kebijakan, akademisi, hingga praktisi guna memperkuat arah pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia Polri.

Forum tersebut menyoroti pentingnya pembaruan sistem pendidikan kepolisian agar mampu beradaptasi dengan dinamika global, kemajuan teknologi, serta kompleksitas tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dosen Kepolisian Utama STIK, Chryshnanda Dwilaksana, menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran krusial dalam membentuk masa depan Polri sekaligus mencerminkan tingkat peradaban suatu bangsa.

“Polisi adalah refleksi peradaban bangsa. Dalam negara yang beradab, supremasi hukum, perlindungan HAM, transparansi, dan akuntabilitas menjadi kunci,” ujarnya dikutip dari Polresppu, Selasa (14/4/2026).

Ia menambahkan bahwa pengembangan ilmu kepolisian harus bersifat multidisipliner, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, institusi pendidikan harus mampu melahirkan personel Polri yang profesional, cerdas, bermoral, serta modern.

“Pada pendidikanlah tergantung masa depan Polri. Polisi harus profesional berbasis ilmu kepolisian, cerdas, bermoral, dan modern agar mampu satu langkah lebih maju dari perubahan,” kata Chryshnanda.

Ia juga menekankan pentingnya transformasi sistem pemolisian di era digital.

“Pemolisian di era digital harus berkembang menjadi electronic policing dan forensic policing. Polisi harus menjadi penjaga kehidupan, membangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyoroti perlunya percepatan reformasi Polri secara menyeluruh, termasuk pembaruan kurikulum pendidikan dan optimalisasi teknologi.

“Kita mendorong percepatan reformasi Polri, termasuk perbaikan kurikulum pendidikan dan penguatan pendidikan hak asasi manusia serta pemanfaatan teknologi,” ujarnya.

Share