Home News Kaltim Membara! Gelombang Massa Siap Kepung Kantor Gubernur dan DPRD 21 April, Ada Apa?
NewsPemerintahan

Kaltim Membara! Gelombang Massa Siap Kepung Kantor Gubernur dan DPRD 21 April, Ada Apa?

Demonstrasi Kaltim 21 April

Share
Kabar mengenai rencana aksi massa dalam skala besar yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April mendatang kini semakin menguat.
Kabar mengenai rencana aksi massa dalam skala besar yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April mendatang kini semakin menguat.
Share

IKNPOS.ID – Eskalasi suhu politik dan sosial di Kalimantan Timur diprediksi akan meningkat tajam menjelang akhir bulan ini. Kabar mengenai rencana mobilisasi massa dalam skala besar yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April mendatang kini semakin menguat di berbagai lini masa.

Fokus utama pergerakan ini dilaporkan akan memadati kawasan strategis pemerintahan, yakni Kantor Gubernur Kalimantan Timur dan Gedung DPRD Kaltim di Samarinda.

Setidaknya 4.075 warga mendaftarkan diri untuk terlibat dalam aksi akbar di kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada dan kantor DPRD di Karang Paci, Samarinda.

Dalam aksi itu, massa akan membawa isu strategis seperti perlawanan atas praktik nepotisme di tubuh pemerintahan hingga pencopotan jabatan gubernur Kaltim.

Gerakan yang diinisiasi oleh berbagai elemen sipil ini disebut-sebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi terhadap sejumlah isu krusial yang tengah berkembang di daerah maupun nasional.

Aksi ini tak main-main. Sebab, dilakukan secara terkoordinir melalui dua posko yang didirikan di Samarinda.

Dalam laporan Bontang Post, Koordinator Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, Erly Sopiansyah, menyebut saat ini rencana aksi tersebut masih dalam proses pematangan hingga sepekan ke depan.

“Sampai saat ini yang masuk data ada 4.075 orang (yang akan ikut aksi),” ucap Erly Sopiansyah.

Kata dia, data tersebut bahkan dimungkinkan masih bertambah, sebab aksi demonstrasi baru akan digelar satu minggu ke depan.

Meski rincian tuntutan masih terus dikonsolidasikan, sinyalemen kehadiran ribuan pengunjuk rasa telah memicu kewaspadaan bagi aparat keamanan guna menjamin stabilitas wilayah dan kelancaran arus lalu lintas di jantung kota.

Menurut Erly, aksi ini merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan publik.

Ia menilai sejumlah keputusan justru memicu polemik di tengah masyarakat.

Isu utama yang diangkat dalam demonstrasi ini adalah dugaan praktik nepotisme dan dinasti kekuasaan.

Share
Related Articles
Gibran Rakabuming berkantor di IKN
News

Waspada Hoaks Rekrutmen IKN! Otorita Tegaskan Saat Ini Tidak Ada Lowongan Kerja

IKNPOS.ID - Masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap maraknya informasi palsu terkait...