IKNpos.id – Era baru birokrasi Indonesia resmi dimulai dari jantung Kalimantan Timur. Sebanyak 50 personel dari jajaran staf Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) dilaporkan telah memulai aktivitas perkantoran mereka secara perdana di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Langkah ini menjadi tonggak sejarah sekaligus bukti konkret bahwa transisi pusat pemerintahan dari Jakarta menuju IKN bukan lagi sekadar wacana, melainkan realitas yang sedang berjalan.
Kehadiran puluhan staf ini merupakan gelombang awal dari skema perpindahan bertahap instansi pusat.
Fokus utama mereka di IKN adalah memastikan koordinasi kebijakan strategis tetap berjalan mulus di tengah proses transisi fisik.
Fasilitas perkantoran yang modern dan berbasis teknologi tinggi di IKN kini telah siap menampung ritme kerja cepat para pembantu orang nomor dua di Indonesia tersebut.
Pemerintah menegaskan bahwa kepindahan ini adalah sinyal bagi dunia internasional mengenai keseriusan Indonesia dalam membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.
“Ini adalah langkah simbolis sekaligus fungsional. Dengan berkantornya staf Wapres di sini, kita sedang mengirim pesan bahwa IKN sudah siap berdenyut. Fokus kami adalah memastikan pelayanan publik dan pengambilan keputusan strategis tidak terhenti, justru semakin cepat dengan integrasi teknologi di Ibu Kota Baru,” ujar salah satu pejabat pendamping di lokasi.
Meskipun masih dalam tahap adaptasi, para staf dilaporkan sangat antusias menikmati suasana kerja baru yang hijau dan futuristik. Dukungan infrastruktur digital yang mumpuni di IKN menjadi kunci utama agar produktivitas tetap terjaga.
Ke depan, jumlah personel yang akan berkantor di IKN diprediksi akan terus bertambah seiring selesainya pembangunan berbagai gedung kementerian dan lembaga negara lainnya.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono menyebutkan sekitar 50 staf Wakil Presiden RI mulai berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mempersiapkan operasional pemerintahan di kompleks Istana Wakil Presiden.