IKNPOS.ID – Tren penggunaan tablet sebagai perangkat ut dx iama produktivitas mulai terlihat di kalangan mahasiswa Indonesia sepanjang 2026.
Salah satu perangkat yang paling banyak dibicarakan yaitu Redmi Pad Pro karena dinilai mampu menggantikan fungsi laptop entry level untuk kebutuhan kuliah hybrid, meeting online, editing ringan, hingga multitasking harian.
Fenomena ini bukan tanpa alasan. Redmi Pad Pro hadir membawa layar besar 12,1 inci beresolusi 2.5K dengan refresh rate 120Hz, dipadukan baterai jumbo 10.000mAh serta dukungan ekosistem AI Xiaomi HyperOS yang mulai dioptimalkan untuk produktivitas lintas perangkat.
Xiaomi menghadirkan fitur AI berbasis HyperOS seperti sinkronisasi lintas perangkat, AI Notes, hingga manajemen aplikasi yang lebih efisien untuk mendukung workflow hybrid.
Berdasarkan informasi resmi Xiaomi Indonesia, Redmi Pad Pro juga sudah mendukung penggunaan stylus dan keyboard eksternal sehingga pengalaman mengetik dokumen hingga presentasi menjadi lebih nyaman.
Hal ini membuat tablet tersebut mulai diposisikan bukan hanya sebagai perangkat hiburan, tetapi juga perangkat produktivitas harian. Cocok untuk Mahasiswa dan Pekerja Hybrid Kebutuhan mahasiswa saat ini tidak lagi sekadar perangkat untuk mengetik tugas.
Banyak pengguna membutuhkan gadget yang mampu membuka banyak aplikasi sekaligus, mengikuti kelas daring, mengedit video pendek, hingga mengakses cloud workspace secara bersamaan.
Redmi Pad Pro dinilai masuk pada kebutuhan tersebut karena membawa chipset Snapdragon 7s Gen 2 yang cukup efisien untuk multitasking harian.
Dukungan empat speaker Dolby Atmos juga menjadi nilai tambah untuk meeting online maupun konsumsi multimedia. Selain itu, bobot perangkat yang relatif ringan membuatnya lebih praktis dibanding membawa laptop konvensional ke kampus atau coworking space. Di tengah tren kerja hybrid global, perangkat seperti Redmi Pad Pro mulai dianggap sebagai “replacement device” untuk pengguna dengan mobilitas tinggi.
Analis teknologi melihat Xiaomi mulai mengubah strategi tablet mereka pada 2026. Jika sebelumnya tablet Android identik dengan perangkat hiburan, kini fokus mulai diarahkan ke produktivitas dan AI ecosystem.