IKNPOS.ID – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersiap mengantisipasi lonjakan arus balik Lebaran tahap kedua yang diperkirakan terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026. Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah rekayasa lalu lintas berupa sistem one way lokal di ruas tol Trans Jawa.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelancaran arus kendaraan yang diprediksi meningkat, khususnya dari wilayah Jawa menuju Jakarta. Skema tersebut menjadi bagian dari manajemen lalu lintas yang disiapkan untuk mengurai potensi kepadatan.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengatakan, penerapan one way lokal tahap pertama direncanakan dimulai dari KM 188 Tol Cipali atau KM 263 Tol Pejagan dengan arah menuju Jakarta.
“Kemungkinan Jumat akan dilakukan rekayasa one way lokal tahap pertama, mungkin dari KM 188 Tol Cipali atau KM 263 Tol Pejagan. Keputusan akan ditentukan dengan tujuan mempercepat arus balik dari Trans Jawa menuju Jakarta,” katanya di Kantor Jasa Marga KM 70 Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Jumat dini hari.
Ia menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas masih bersifat dinamis dan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Jika volume kendaraan dari sejumlah daerah masih tinggi, maka tidak menutup kemungkinan akan diberlakukan rekayasa tambahan.
“Kami akan melihat dinamika di lapangan. Jika arus masih tinggi, rekayasa tambahan akan segera diberlakukan untuk memastikan kelancaran,” katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan, arus lalu lintas pada Kamis (26/3) di jalur utama arus balik, khususnya dari KM 414 Tol Kalikangkung hingga KM 200 Tol Cipali, masih terpantau relatif lancar. Kecepatan rata-rata kendaraan berada di kisaran 60 hingga 70 kilometer per jam.
Namun, kepadatan mulai terlihat saat kendaraan mendekati KM 20. Kondisi ini dipicu oleh hambatan samping, seperti kendaraan pemudik yang berhenti di bahu jalan maupun di area istirahat.
“Kami melihat cukup banyak pemudik yang kelelahan dan berhenti di bahu jalan maupun rest area. Hampir seluruh rest area penuh dan tidak mampu menampung kendaraan sehingga terjadi penumpukan,” ucapnya.