IKNPOS.ID – Varian baru virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 yang diberi nama BA.3.2 dilaporkan telah terdeteksi di sejumlah negara dan menunjukkan karakteristik mutasi yang cukup tinggi dibandingkan varian sebelumnya.
Varian ini pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan pada November 2024. Namun, hasil analisis terbaru mengungkapkan bahwa penyebarannya kini telah meluas ke berbagai wilayah dunia, mencakup beberapa benua.
Para peneliti menyoroti bahwa BA.3.2 memiliki jumlah mutasi yang signifikan, terutama pada protein lonjakan (spike protein) yang menjadi target utama vaksin COVID-19 saat ini.
Varian dengan Mutasi Tinggi
Dalam studi terbaru, BA.3.2 disebut memiliki sekitar 70 hingga 75 perubahan genetik berupa substitusi dan penghapusan pada sekuens protein lonjakan. Jumlah ini tergolong tinggi dibandingkan dengan strain yang digunakan dalam formulasi vaksin terbaru.
“BA.3.2 mewakili garis keturunan baru SARS-CoV-2, yang secara genetik berbeda dari garis keturunan JN.1 (termasuk LP.8.1 dan XFG) yang telah beredar di Amerika Serikat sejak Januari 2024,” demikian bunyi makalah baru tersebut.
Tingginya jumlah mutasi ini memicu kekhawatiran di kalangan ilmuwan. Varian dengan mutasi yang banyak dinilai berpotensi lebih mampu menghindari kekebalan tubuh yang terbentuk dari vaksinasi maupun infeksi sebelumnya.
Efektivitas Vaksin Jadi Sorotan
Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 terbaru memiliki efektivitas yang lebih rendah terhadap BA.3.2 dibandingkan dengan beberapa strain lainnya.
“[Dalam] studi laboratorium, strain BA.3.2 yang baru muncul secara efisien menghindari antibodi, kemungkinan karena mutasi protein spike, yang menyoroti perlunya pengawasan genomik berkelanjutan dan evaluasi observasional terhadap efektivitas vaksin dan antivirus.”
Meski demikian, para ilmuwan menekankan bahwa varian ini belum menunjukkan dominasi secara global. Di beberapa negara Eropa, BA.3.2 terdeteksi beredar bersamaan dengan varian lain dari garis keturunan JN.1, dengan tingkat prevalensi sekitar 10 hingga 40 persen.