IKNPOS.ID – Duta Besar Iran untuk India, Mohammad Fathali, memberikan pernyataan resmi pada Jumat yang menegaskan bahwa pihak Iran akan mengizinkan kapal-kapal India untuk melewati Selat Hormuz dengan aman. Keputusan ini diambil di tengah ketegangan tinggi yang menyelimuti jalur pelayaran strategis tersebut.
Saat ditanya oleh RT India mengenai kejelasan jalur pelayaran bagi kapal-kapal India, Fathali memberikan kepastian waktu pelintasan tersebut.
“Ya, Anda bisa melihatnya nanti, dan saya pikir setelah dua atau tiga jam… Karena kami percaya bahwa Iran dan India adalah teman,” katanya kepada RT India ketika ditanya tentang jalur pelayaran kapal-kapal India.
Langkah diplomatik ini menyusul komunikasi intensif antara pucuk pimpinan kedua negara. Sebelumnya, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian melakukan panggilan telepon secara khusus untuk membahas berbagai cara dalam memastikan keberlanjutan pasokan energi bagi India.
Berdasarkan laporan stasiun televisi News 18, India saat ini diketahui tengah melakukan negosiasi lanjutan dengan pihak Iran. Proses negosiasi tersebut bertujuan untuk memastikan jalur pelayaran yang aman bagi setidaknya delapan kapal tanker lainnya yang dijadwalkan melintas.
Sementara itu, laporan dari stasiun televisi India NDTV menyebutkan bahwa setidaknya dua kapal tanker milik India, yakni Pushpak dan Parimal, telah berhasil melewati selat tersebut. Pelintasan kedua kapal ini terjadi sesaat setelah kedua pejabat tinggi dari masing-masing negara membahas situasi keamanan di kawasan tersebut.
Kondisi pelayaran melalui Selat Hormuz sendiri sempat hampir terhenti total. Hal ini dipicu oleh serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang menyebabkan kerusakan luas serta jatuhnya korban sipil. Sebagai respons atas serangan itu, Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di seluruh wilayah Timur Tengah.
Selat Hormuz merupakan urat nadi ekonomi dunia dan jalur utama untuk memasok minyak serta gas alam cair (LNG) dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Jalur ini mencakup sekitar 20 persen dari total perdagangan global untuk komoditas minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair.