IKNPOS.ID – Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi penularan penyakit campak, terutama saat aktivitas silaturahmi pada momen Idul Fitri. Interaksi yang intens, khususnya dengan anak-anak, dinilai dapat meningkatkan risiko penularan penyakit menular.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyampaikan bahwa masyarakat perlu memperhatikan cara berinteraksi dengan bayi maupun balita saat berkumpul bersama keluarga.
Hal ini penting karena anak-anak pada usia tersebut masih memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sepenuhnya kuat sehingga lebih rentan tertular penyakit.
“Salah satu pesannya adalah jangan suka megang, mencium anak-anak, terutama yang masih bayi dan balita, karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan,” kata Ani saat dijumpai di kawasan Jakarta Timur, Selasa 10 Maret 2026.
Belum Ada Kasus di Jakarta, Tapi Tetap Waspada
Ini menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus campak di wilayah DKI Jakarta. Namun, penyakit tersebut telah terdeteksi di sejumlah daerah di sekitar ibu kota.
Kondisi itu membuat masyarakat diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil.
“Jadi, ini tetap menjadi kewaspadaan kita sama-sama, terutama menjelang hari raya,” ujar Ani.
Imunisasi Jadi Kunci Pencegahan
Sementara itu, Dokter Spesialis Anak RSUD Pasar Rebo, dr. Arifianto, Sp.A, Subsp.Neuro(K) menjelaskan bahwa penyakit campak hingga kini masih ditemukan karena sebagian anak belum mendapatkan imunisasi secara lengkap.
Ia mengungkapkan bahwa kasus campak dengan kondisi berat masih dijumpai dalam praktik medis sehari-hari.
Menurutnya, hampir setiap minggu terdapat pasien anak yang harus menjalani perawatan intensif, bahkan menggunakan ventilator di ruang perawatan intensif anak (PICU) akibat komplikasi campak.
Arifianto menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyakit campak sebenarnya bisa dicegah melalui vaksinasi yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.







