IKNPOS.ID – Produk kuliner khas Nusantara berupa gudeg kaleng dan santan olahan berhasil mencatat potensi transaksi sebesar 150 ribu dolar AS atau sekitar Rp2,5 miliar di pasar Belanda.
Capaian ini difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Atase Perdagangan RI di Den Haag.
“Minat konsumen Belanda terhadap produk makanan etnik berbasis nabati membuka peluang besar bagi UMKM Indonesia untuk memperluas pasar ke Eropa,” ujar Annisa Hapsari.
Potensi transaksi tersebut merupakan hasil penjajakan bisnis daring (business matching) yang mempertemukan dua perusahaan Indonesia.
Yakni PT Risquna Dewaksara dan PT Aloe Vera Indonesia, dengan importir asal Belanda, Interaromat BV.
Pertemuan bisnis ini difasilitasi oleh Atase Perdagangan RI di Den Haag guna mempercepat penetrasi produk Indonesia ke pasar Eropa.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi promosi dagang Indonesia yang lebih agresif dan terarah.
Produk Akan Dipamerkan di Amsterdam
Sebagai tindak lanjut, pelaku UMKM diminta mengirimkan sampel produk untuk dipamerkan di Trade Display yang berlokasi di Indonesia House Amsterdam.
Rumah promosi dagang tersebut berada di kota Amsterdam dan berfungsi sebagai etalase produk Indonesia bagi calon pembeli Eropa.
Menurut Annisa, keberadaan display fisik sangat membantu memperkenalkan produk kepada buyer potensial.
Display produk memudahkan importir melihat langsung kualitas dan kemasan sebelum mengambil keputusan pembelian.
Pasar Belanda dikenal memiliki konsumen yang terbuka terhadap produk makanan berbasis nabati dan etnik.
Gudeg kaleng dan santan olahan dinilai sesuai dengan tren gaya hidup sehat dan keberagaman kuliner di Eropa.
Namun demikian, produk yang masuk pasar Eropa wajib memenuhi standar ketat, mulai dari kualitas, konsistensi pasokan, hingga regulasi keamanan pangan Uni Eropa.
Kemendag juga mendorong para eksportir makanan dan minuman Indonesia untuk memanfaatkan momentum ini dengan meningkatkan daya saing produk.
Performa Perdagangan Indonesia–Belanda Terus Menguat
Secara keseluruhan, hubungan dagang Indonesia dan Belanda menunjukkan tren positif. Pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai 6,58 miliar dolar AS.







