Catatan Dahlan Iskan

Istana Garuda

Share
Istana Garuda dan Istana Negara di IKN
Share

Di Kaltim setiap suku punya paguyuban sendiri. Yang dominan adalah suku DayakKutaiBanjar, Bugis, dan Jawa. Masih ada paguyuban Manado, Toraja, Butun, Madura, Tidung, Flores, Minang, Sunda, dan banyak lagi.

Masing-masing masih terbagi lagi dalam paguyuban lebih kedaerahan. Salah satunya: paguyuban warga Magetan. Atau Dayak Kenyah. Banjar Hulu Sungai. Atau Bugis Mamuju.

Setelah masing-masing paguyuban menerima pendaftaran, pengurus paguyuban akan menyerahkan daftar itu ke panitia daerah di Balikpapan.

Sahabat Disway di Balikpapan Rizal Effendy melaporkan bahwa kota terdekat IKN itu kini kian macet. Penyebabnya dua: kendaraan tambah banyak, termasuk yang akan ke IKN.

Penyebab kedua: antrean beli BBM di semua SPBU kian panjang. Saking panjangnya sampai memacetkan jalan di mana-mana.

Tentu Presiden Jokowi tidak melihat antrean panjang itu. Setiap Jokowi akan lewat antrean tersebut tidak ada. Bukan karena BBM sudah cukup tapi antrean ditiadakan. Saya yakin meski Jokowi tidak melihatnya tapi mendengarnya.

Presiden Jokowi tiga hari berkantor di Istana Garuda di IKN. Minggu, Senin, Selasa lalu.

Anda sudah tahu itu. Sudah pula melihat foto-foto Presiden Jokowi duduk di meja kerjanya. Juga sudah melihat tempat tidur presiden.

Hari pertama di Istana Garuda Presiden Jokowi mengundang kepala-kepala daerah se Kaltim. Termasuk pejabat gubernur Akmal Malik. Yang menjadi bahan perbincangan di Kaltim adalah: mengapa Bupati Kutai Kartanegara Edy Damansyah termasuk yang tidak diundang. Juga Bupati Kutai Barat FX.Yapan.

Maka jadilah bahan spekulasi: mungkin karena bupati Kutai Kartanegara dan Kutai Barat adalah kepala daerah yang berasal dari PDI-Perjuangan.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Pj Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun yang diundang.

Wali kota Balikpapan itu dari Golkar. Sesaudara politisi semua. Kakaknya ketua DPRD Kaltim. Kakak satunya anggota DPR-RI. Satunya lagi jadi bupati Penajam yang ditangkap KPK itu.

Wali Kota Samarinda Andi Harun baru saja jadi berita besar di Kaltim: diberhentikan sebagai ketua Gerindra Kaltim. Termasuk dari keanggotaan partai. Itu karena di Pileg lalu Andi Harun mendukung caleg dari Nasdem. Yang didukung Andi Harun itu pun berhasil terpilih jadi anggota DPR.

Share
Related Articles
Catatan Dahlan Iskan

Kang Dasep

Oleh: Dahlan Iskan Semasih mahasiswa pun ia sudah menjuarai lomba robot tingkat...

Rencana Pindah
Catatan Dahlan Iskan

Rencana Pindah

Oleh: Dahlan Iskan Kian simpang siur. Pun setelah seluruh dunia ikut menderita...

Catatan Dahlan Iskan

Iri Masyaallah

Oleh: Dahlan Iskan Saat saya di Yaman itu rupanya lagi musim kawin....

Catatan Dahlan Iskan

Oei Al-Kaff

Oleh: Dahlan Iskan Foto di museum Mukalla ini tidak asing di literatur...