IKNPOS.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), terus melakukan pembinaan dan mengembangkan ekonomi kreatif serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Langkah ini adalah bagian dari upaya melakukan transformasi ekonomi tak terbarukan menjadi yang dapat diperbarui di kabupaten penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut.
Langkah ini ditempuh karena selama bertahun-tahun Kutai Kartanegara (Kukar) sangat mengandalkan sektor minyak dan gas serta batu bara. Padahal, sumber daya tersebut tidak dapat terus dieksploitasi tanpa batas. Oleh sebab itu, arah pembangunan ekonomi mulai dialihkan ke sektor yang lebih berkelanjutan dan berpotensi tumbuh, seperti UMKM, ekonomi kreatif, pertanian, dan pariwisata.
“Pemkab Kukar berkomitmen terus melakukan pembinaan kepada para pelaku UMKM agar terus berkembang. Terlebih di tiap kecamatan memiliki UMKM kreatif dengan produk unggulan masing-masing,” ujar Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, Rabu, 18 Februari 2026, dikutip Antara.
Saat ini tercatat ada 40.776 pelaku UMKM di Kukar dengan ragam bidang usaha, mulai dari produksi minuman herbal, camilan, usaha kuliner, kerajinan, batik, hingga berbagai jenis kerajinan tangan lainnya.
Dukungan yang diberikan pemerintah daerah meliputi bantuan permodalan, penguatan program inkubasi bisnis untuk UMKM dan pelaku ekonomi kreatif, serta peningkatan kapasitas dan pemberdayaan usaha.
Salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah Rumah Produksi Salambar, sebuah industri rumahan penghasil kain berbahan serat alami yang berada di Kelurahan Salok Api Darat, Kecamatan Samboja Barat. Wilayah ini termasuk kawasan yang berbatasan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Beberapa hari lalu, Rendi meninjau langsung rumah produksi tersebut. Ia menilai kain serat alami Salambar menjadi representasi potensi kreativitas masyarakat Samboja Barat.
“Rumah produksi ini memang baru berdiri satu tahun yang lalu, namun karena pelakuknya aktif dan kreatif yang diawali dari mimpi ibu ibu rumah tangga untuk mempekerjakan banyak orang, sehingga produk kain khas ini sudah banyak yang berminat,” katanya.