IKNPOS.ID – Final Piala Afrika 2025 yang mempertemukan Senegal dan Maroko di Rabat bukan hanya diwarnai aksi di lapangan, tetapi juga drama unik di pinggir lapangan. Kiper cadangan Senegal, Yehvann Diouf, menjadi sorotan meski sama sekali tidak bermain, karena perannya menjaga handuk kiper utama, Edouard Mendy, dari gangguan tim lawan dan ball boys Maroko.
Diouf, 26 tahun, duduk di bangku cadangan sepanjang pertandingan. Namun, hujan deras yang mengguyur lapangan membuat Mendy sering harus mengeringkan sarung tangannya. Dalam situasi ini, ball boys dan beberapa pemain Maroko terlihat berulang kali mencoba mengambil atau mengganggu handuk Mendy. Tugas melindungi handuk itu jatuh kepada Diouf, yang dengan sigap menjaga agar handuk tetap berada di tangan kiper utama.
Video pertandingan memperlihatkan momen lucu sekaligus dramatis. Diouf sempat ditarik dan dijatuhkan ke lantai oleh beberapa ball boys saat berusaha mempertahankan handuk, bahkan terlihat lari sambil membawa handuk agar tidak diambil. Tidak hanya itu, kapten Maroko, Achraf Hakimi, juga terlihat membuang salah satu handuk Senegal ke atas papan iklan. Insiden-insiden ini menambahkan warna tersendiri pada final yang berlangsung sengit.
Usai pertandingan, Diouf mengunggah foto medali juara bersama handuk ikonik itu di akun Instagram-nya. Ia menulis dengan nada humor, lengkap dengan emoji tertawa dan hati, βIni dia β medali dan handuk.β Unggahan ini menunjukkan bahwa kontribusi Diouf, meskipun tidak di lapangan, tetap menjadi bagian penting dari kemenangan Senegal.
Final Piala Afrika 2025 menandai gelar kedua Senegal dalam lima tahun terakhir, setelah sebelumnya menjuarai turnamen pada 2021. Kejadian unik seperti ini mencerminkan bahwa kemenangan sebuah tim bukan hanya tentang performa pemain yang bermain, tetapi juga dukungan dan peran yang tak terlihat dari pemain cadangan.
Referensi:
BBC Sport β Senegal reserve keeper jokes after Afcon towel scuffles