IKNPOS.ID – Kawasan Ibu Kota Nusantara atau IKN berdiri di wilayah Kalimantan Timur, daerah yang sejak lama memiliki tradisi kuliner yang kuat dan berakar pada kehidupan sehari-hari masyarakat lokal. Hingga saat ini, memang belum ada makanan yang secara resmi ditetapkan sebagai makanan khas IKN. Namun, kuliner di wilayah sekitarnya justru memperlihatkan warisan rasa yang autentik, terbentuk dari kebiasaan makan masyarakat Kutai, Dayak, dan Banjar yang telah berlangsung selama generasi.
Mengenal kuliner sekitar IKN tidak cukup hanya melihat makanan populer atau oleh-oleh. Yang lebih penting adalah memahami hidangan apa saja yang benar-benar hidup di dapur rumah tangga, hadir di meja makan keluarga, dan menjadi bagian dari ritme kehidupan masyarakat Kalimantan Timur.
Latar Budaya Kuliner Kalimantan Timur
Budaya kuliner Kalimantan Timur tumbuh dari kedekatan masyarakat dengan sungai, hutan, dan lahan kebun. Sungai menjadi sumber ikan, hutan menyediakan bahan pelengkap, sementara kebun rumah tangga menghasilkan sayuran dan buah yang digunakan dalam masakan sehari-hari. Pola ini membentuk karakter kuliner yang sederhana, fungsional, dan menyesuaikan dengan ketersediaan alam.
Masyarakat Kutai, yang wilayah budayanya mencakup kawasan inti dan penyangga IKN, memiliki tradisi makan yang menekankan keseimbangan rasa dan kebersamaan. Hidangan tidak dibuat untuk pamer, melainkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan komunitas. Prinsip inilah yang masih terlihat jelas dalam kuliner yang kini dianggap paling representatif di sekitar IKN.
Hidangan Utama yang Merepresentasikan Kuliner Sekitar IKN
Nasi Bekepor sebagai Identitas Tradisi Kutai
Nasi Bekepor merupakan hidangan khas Kutai yang paling sering disebut ketika membahas kuliner Kalimantan Timur. Nasi ini dimasak dengan minyak dan bumbu sederhana, lalu disajikan bersama lauk pendamping sesuai ketersediaan, mulai dari ikan asin, ayam, hingga sambal.
Pada masa lalu, Nasi Bekepor kerap hadir dalam jamuan adat dan acara penting Kesultanan Kutai. Namun dalam perkembangannya, hidangan ini juga menjadi bagian dari makanan sehari-hari masyarakat. Kesederhanaan proses memasak dan fleksibilitas lauk membuat Nasi Bekepor tetap relevan hingga kini, termasuk di kawasan sekitar IKN yang mulai dihuni penduduk dari berbagai latar belakang.