IKNPOS.ID – Inti dari peristiwa agung Isra Mikraj adalah momen di mana Nabi Muhammad SAW mencapai Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT.
Peristiwa Isra Mikraj merupakan perjalanan agung Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan simbol dan pesan abadi.
Melampaui perjalanan spiritual semata, Rasulullah diperlihatkan serangkaian gambaran simbolik tentang nasib berbagai golongan manusia berdasarkan amal perbuatan mereka, serta bertemu dengan para Nabi di setiap lapisan langit.
Berdasarkan hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim, pada titik inilah perintah ibadah shalat pertama kali diturunkan.
Menariknya, awalnya umat Islam diwajibkan melakukan shalat sebanyak 50 waktu dalam sehari semalam.
Namun, melalui interaksi spiritual dengan Nabi Musa AS di langit keenam, Rasulullah SAW berkali-kali kembali memohon keringanan demi kemaslahatan umatnya.
Diplomasi langit ini akhirnya membuahkan hasil dengan ditetapkannya kewajiban shalat lima waktu.
Peristiwa ini bukan sekadar sejarah, melainkan refleksi betapa shalat adalah jembatan spiritual utama bagi setiap mukmin.
“Peristiwa Isra Mikraj adalah bukti kasih sayang Allah yang memberikan sarana komunikasi langsung melalui shalat, sebuah ibadah yang menjadi inti dari identitas seorang Muslim.”
Diplomasi Spiritual dengan Para Nabi
Dalam fase Mikraj (perjalanan naik ke langit), Rasulullah SAW disambut oleh para nabi terdahulu di setiap tingkatannya.
Pertemuan ini melambangkan pengakuan dan persaudaraan antar utusan Allah di lintas zaman.
Daftar Nabi-Nabi yang ditemui Rasulullah SAW di tujuh lapisan langit:
- Langit Pertama: Nabi Adam AS.
- Langit Kedua: Nabi Yahya AS dan Nabi Isa AS.
- Langit Ketiga: Nabi Yusuf AS.
- Langit Keempat: Nabi Idris AS.
- Langit Kelima: Nabi Harun AS.
- Langit Keenam: Nabi Musa AS.
- Langit Ketujuh: Nabi Ibrahim AS.
11 Potret Nasib Manusia
Sebelum naik ke Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW diperlihatkan gambaran simbolik mengenai kondisi umat manusia sebagai pelajaran moral.
Mengutip data NU Online, berikut 11 golongan yang menjadi representasi amal perbuatan di dunia:
- Ahli Sedekah: Digambarkan sebagai kaum yang memanen hasil tani secara terus-menerus tanpa henti.
- Pejuang Iman: Terwakili oleh keharuman keluarga Masyitah yang syahid mempertahankan tauhid dari kekejaman Firaun.
- Pelalai Shalat Fardhu: Mendapat siksaan kepala yang dihancurkan lalu utuh kembali secara berulang kali.
- Si Kikir: Mereka yang enggan berzakat dipaksa memakan duri kering (Dhari’), tumbuhan pahit (Zaqqum), serta batu panas.
- Perampok dan Pembegal: Digambarkan terbakar oleh kayu di tengah jalan akibat kejahatan mereka sendiri.
- Pemakan Riba: Terlihat berenang di sungai darah sebagai balasan atas eksploitasi harta haram.
- Gila Jabatan: Diibaratkan orang yang terus menambah beban kayu bakar meski pundaknya sudah tak sanggup memikulnya.
- Ulama Munafik: Para dai yang hanya pandai bicara tanpa mengamalkannya, diperlihatkan lidahnya dipotong gunting besi.
- Para Pengumpat: Golongan yang mencakar wajah sendiri dengan kuku panjang yang terbuat dari tembaga.
- Provokator: Digambarkan sebagai sapi besar yang keluar dari lubang sempit namun tak bisa kembali masuk lagi.
- Pezina: Mereka yang lebih memilih memakan daging busuk daripada daging segar yang halal.
Kisah yang terekam kuat dalam literatur sejarah Islam ini berfungsi sebagai pengingat abadi bagi umat Muslim untuk senantiasa menjaga etika, integritas, dan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
- dalam perjalanan Isra
- dalil hadits shahih Isra Mikraj
- golongan manusia di Isra Mikraj
- Headline
- Hikmah perjalanan Isra Mikraj 2026
- Isra Mikraj
- Isra Mikraj Nabi Muhammad
- kisah Sidratul Muntaha
- makna pertemuan Nabi Muhammad dengan Nabi Musa
- nabi yang ditemui di langit ke 7
- Nabi yang ditemui di Mikraj
- perintah shalat 5 waktu
- pesan moral kisah Isra Mikraj
- RAHASIA SIDRATUL MUNTAHA
- siksa neraka dalam Isra Mikraj
- urutan langit dan nabi dalam Mikraj







