IKNPOS.ID – Sebuah video penembakan pesawat oleh kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) beredar luas dan memicu perhatian publik.
Dalam narasi yang disertakan, OPM mengklaim pesawat sipil yang mereka tembaki diduga membawa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat melintas di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (13/1/2026).
Namun, klaim tersebut tidak sesuai fakta di lapangan. Dalam kunjungan kerjanya ke Papua, Wapres Gibran diketahui menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara, bukan pesawat sipil seperti yang terlihat dalam video.
Klaim OPM dalam Video yang Beredar
Video tersebut dirilis oleh TPNPB Kodap XVI Yahukimo, sayap militer OPM, dan disebarkan melalui juru bicaranya, Sebby Sambom. Dalam rekaman itu, tampak enam orang bersenjata yang disebut dipimpin oleh Akar Heluka, melepaskan tembakan ke arah pesawat yang terbang rendah.
Meski ditembaki, pesawat terlihat tetap melaju stabil dan menjauh dari lokasi, tanpa indikasi jelas apakah tembakan mengenai sasaran. Sambom juga tidak memberikan jawaban pasti saat dikonfirmasi terkait dampak serangan tersebut.
“Penumpangnya Gibran,” ujar Sambom singkat dalam pernyataannya, tanpa disertai bukti.
Ancaman dan Pernyataan Politik
Sebby Sambom menyebut aksi tersebut sebagai peringatan agar Wapres Gibran tidak memasuki wilayah yang mereka klaim sebagai “zona perang” di Yahukimo. Ia mengancam akan melakukan tindakan lebih keras apabila peringatan tersebut diabaikan.
Tak hanya itu, Presiden Prabowo Subianto juga disinggung. Sambom mendesak pemerintah pusat segera menyelesaikan konflik politik di Papua. Jika tidak, OPM mengancam akan mengganggu berbagai agenda pembangunan di wilayah tersebut.
Imbauan Kontroversial kepada Warga Papua
Dalam pernyataan lanjutan, Sambom juga menyerukan kepada masyarakat Papua, dari Sorong hingga Samarai, agar tidak menyerahkan tanah kepada pemerintah pusat untuk kepentingan perkebunan, pertanian, maupun pembangunan pos militer. Ia mengklaim langkah tersebut berpotensi mengancam kehidupan warga setempat.
Kunjungan Wapres ke Yahukimo Dibatalkan
Di sisi lain, kunjungan Wapres Gibran ke Yahukimo memang dibatalkan atas pertimbangan keamanan, sebagaimana telah disampaikan Pangdam Cendrawasih. Aparat keamanan menegaskan tetap siaga menjaga stabilitas dan keselamatan penerbangan serta masyarakat sipil di Papua Pegunungan.







