Home News Bukan Mata Air Alami! Dedi Mulyadi Bongkar Sumber Air yang Diambil Aqua, Bikin Publik Terperangah!
News

Bukan Mata Air Alami! Dedi Mulyadi Bongkar Sumber Air yang Diambil Aqua, Bikin Publik Terperangah!

Share
Share

IKNPOS.ID – Nama Aqua, merek air mineral paling terkenal di Indonesia, tengah jadi sorotan publik.

Semua bermula dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ke pabrik Aqua di Kabupaten Subang.

Dalam kunjungannya yang diunggah ke kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, KDM menemukan fakta mengejutkan, ternayata air mineral yang diproduksi Aqua ternyata bukan berasal dari mata air pegunungan alami, melainkan sumur bor dalam.

Sidak Mendadak yang Bikin Heboh

Dalam video berdurasi hampir satu jam itu, terlihat KDM datang langsung ke pabrik Aqua tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Ia meminta bertemu dengan manajemen pabrik, namun pihak perusahaan menyebut pimpinan sedang berada di luar kota menghadiri sebuah rapat.

Alih-alih pulang, KDM memutuskan untuk tetap melanjutkan peninjauan. Ia meminta ditunjukkan lokasi sumber air yang digunakan pabrik untuk produksi air minum kemasan.

Saat tiba di lokasi, Dedi tampak kaget.

“Oh ini airnya dibor? Saya kira air permukaan, air dari mata air. Ternyata bukan dari mata air, tapi dari sumur pompa dalam,” ujarnya dengan ekspresi heran.

Air Aqua dari Sumur Bor Sedalam 130 Meter

Seorang staf pabrik menjelaskan bahwa air yang digunakan memang berasal dari sumur bor, bukan dari mata air permukaan.

“Semua air bawah tanah, Pak. Karena memang kualitas yang paling bagus itu yang paling dalam,” terang staf tersebut.

Menurut keterangan pihak pabrik, kedalaman sumur mencapai 100 hingga 130 meter. Air dari lapisan bawah tanah ini kemudian diolah dengan sistem filtrasi modern sebelum dikemas menjadi produk Aqua yang beredar luas di pasaran.

Meski secara kualitas dinyatakan aman dan memenuhi standar kesehatan, penemuan ini menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat.

Selama bertahun-tahun, Aqua dikenal luas dengan citra “air pegunungan alami”.

KDM Soroti Dampak Lingkungan dan Tata Air

Dalam sidaknya, Dedi Mulyadi tak hanya fokus pada sumber air, tetapi juga menyoroti dampak lingkungan di kawasan pegunungan Subang.
Ia mengamati beberapa area sekitar pabrik yang tampak gundul dan rawan longsor.

“Dulu daerah seperti Kasomalang Subang tidak pernah banjir, sekarang sering. Ini menandakan ada persoalan lingkungan serius yang harus segera dibenahi,” ujarnya tegas.

Menurutnya, pengambilan air bawah tanah dalam skala besar bisa menyebabkan perubahan tata air dan berpotensi memicu bencana ekologis seperti kekeringan dan penurunan muka tanah.

Share
Related Articles
News

Kemenhub Beri Dispensasi Kapal di Pelabuhan Trisakti, Kapasitas Penumpang Naik Hingga 1.010 Orang saat Mudik Lebaran

IKNPOS.ID - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memberikan dispensasi operasional bagi...

Tol Akses IKN Gratis Mudik 2026
News

Mudik Lebaran 2026: Tol IKN Resmi Dibuka Fungsional! Cek Jadwal dan Rute Alternatifnya di Sini

IKNPOS.ID - Kabar gembira bagi pemudik di wilayah Kalimantan Timur! Untuk mendukung...

News

Jamin Kelancaran Mudik 2026, ASTRA Infra Siapkan Strategi Terintegrasi di Tol Tangerang-Merak

IKNPOS.ID - Pengelola jalan tol ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak telah melakukan...

News

Jasa Marga Diskon Tarif Tol Semarang-Batang 46 Persen Selama Mudik 2026

IKNPOS. ID - PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) menebar kabar gembira bagi...