Home News BKN Ingatkan 5,3 Juta ASN, Saatnya Bangun Komunikasi Publik dan Branding Pemerintah
News

BKN Ingatkan 5,3 Juta ASN, Saatnya Bangun Komunikasi Publik dan Branding Pemerintah

Share
Daftar Kementerian/Lembaga yang akan pindah ke IKN tahun ini
Pemerintah cairkan gaji ke-13 mulai Juni 2024. Foto: Dok/Ilustrasi/KemenPAN-RB
Share

IKNPOS.ID – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan Arif Fakrullah, menegaskan bahwa 5,3 juta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersebar di seluruh Indonesia punya peran strategis sebagai komunikator pemerintah.

Menurutnya, ASN bukan hanya penggerak birokrasi, tetapi juga ujung tombak komunikasi publik untuk menyampaikan kinerja, capaian, dan keberhasilan pemerintah kepada masyarakat luas.

“Kita punya 5,3 juta ASN yang bisa menjadi komunikator untuk melakukan branding pemerintah. Kita harus sampaikan keberhasilan pemerintah, karya-karya yang kita lakukan agar masyarakat optimis bahwa negara ini bergerak maju,” ujar Prof. Zudan, Jumat (26/9).

ASN, Mesin Utama Komunikasi Pemerintah

Prof. Zudan menekankan bahwa ASN tidak boleh dipandang semata-mata sebagai pelaksana administrasi. Lebih dari itu, ASN adalah mesin utama yang menjaga laju pemerintahan agar tetap efektif dan dipercaya publik.

Ia menyebut, tata kelola pemerintahan sangat bergantung pada ASN. Karena itu, kualitas komunikasi publik dari ASN akan menentukan arah dan kepercayaan masyarakat terhadap bangsa ini.

Strategi Komunikasi ASN: 4P Jadi Fondasi

Untuk memperkuat peran ASN sebagai komunikator, Prof. Zudan memperkenalkan empat unsur kunci dalam komunikasi pemerintahan yang disebut 4P (People, Process, Product, Perception).

  1. People – ASN sebagai komunikator harus memahami siapa audiens dan kebutuhan masyarakat.

  2. Process – Proses penyampaian informasi harus jelas, runtut, dan tidak bertele-tele.

  3. Product – Informasi yang disampaikan harus berupa produk nyata, berupa data, kinerja, atau capaian pemerintah.

  4. Perception – Bagaimana masyarakat memandang hasil kerja pemerintah sangat bergantung pada kualitas komunikasi ASN.

Di era digital, Prof. Zudan juga menambahkan teknologi sebagai faktor penentu. Teknologi, katanya, telah mengubah cara pemerintah berkomunikasi dengan publik, sehingga ASN wajib melek media digital.

Tantangan ASN: Gap Komunikasi dan Gap Generasi

Meski begitu, Prof. Zudan mengingatkan adanya dua tantangan besar yang harus diatasi ASN dalam membangun komunikasi publik, yaitu:

Share
Related Articles
News

IKN Latih Pengajar Robotika untuk Bentuk Talenta Digital

IKNPOS.ID - Pengembangan talenta digital tidak lagi dimulai dari bangku kuliah. Di...

News

Dikejar Rampung 2027, Kawasan Politik IKN Masuk Fase Kritis

IKNPOS.ID - Pemerintah mulai memasuki fase penentuan dalam pembangunan kawasan legislatif dan...